SOLO, MettaNEWS – Mengenal Stand Up Indo Solo, komunitas stand up komedi yang eksis sejak 2011 silam. Tampil di acara Grab Kitchen Activations bersama Metta Solo FM, sejak Senin hingga Rabu, 11-13 April 2022 di Pasar Gede. Tawa pengunjung dibuat pecah oleh komika-komikanya. Namun tak banyak yang tahu, komunitas ini pada awalnya bernama Stand Up Solo. Baru berganti nama menjadi Stand Up Indo Solo sejak 2021, perubahan nama ini merupakan penyamaan dengan pusat yaitu Stand Up Indo Jakarta.
“Untuk meratakan semua nama komunitas menjadi Stand Up Indo, makanya kita menjadi Stand Up Indo Solo,” tutur Indra Raka, Manager Stand Up Indo Solo.
Berawal dari sekumpulan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk membentuk komunitas stand up, komunitas ini mulai unjuk kebolehannya dalam berkomedi di salah satu kafe di Solo. Sejak saat itu, beberapa event mulai digelar.
Sering mengadakan berbagai event rutin, Indra menyebut pada setiap hari Jumat pertama dan ketiga di tiap bulannya, Stand Up Indo Solo mengadakan Open Mic di Cekopi Mendungan.
“Di Jumat ke-2 dan ke-4 kita ada agenda Jumat Kumat Tour keliling ke kafe-kafe di Solo. Ada kerjasama,” tutur Indra.
Memiliki 20 anggota, tentu komunitas ini ada karena dilatar belakangi oleh mereka yang menyukai komedi. Mengangkat sebuah keresahan, masalah pribadi maupun lingkungan, politik dan berbagai macam topik yang dikemas dalam sebuah komedi, komunitas ini tetap eksis hingga kini.
Tidak memiliki basic yang sama dari semua anggota, setiap komika (sebutan para sand up komedi) selalu memiliki pesonanya masing-masing.
“Setiap komika punya ciri khas, seperti dari tingkah lakunya, pembawaannya jadi tiap orang beda-beda,” ucap Indra.
Stand up komedi sering kali mengangkat permasalahan politik. Tak jarang berbagai isu ataupun tokoh politik sering kali menjadi bahan atau materi para komika untuk open mic. Menjadi hal yang paling riskan, Indra mengatakan setiap materi yang bersinggungan dengan politik, para komika harus mampu mempertanggung jawabkannya.
“Ada tanggung jawab atas materi yang ia (komika) buat dan dibawakan ke penonoton. Berpolitik yang dikemas dalam komedi jatuhnya lebih ke satire,” jelas Indra.
Eksistensi Stand Up Indo Solo
Keberadaan komunitas ini oleh sebagian orang adalah sebagai wadah hiburan. Lalu bagaimana komunitas ini dapat tetap eksis dan keberadaannya tetap hidup sampai saat ini?.
Tetap mengadakan event open mic rutin yang juga menjadi jam latihan untuk menambah jam terbang sehingga masyatakat pun dengan rutin digelarnya event Stand Up Indo Solo dibeberapa tempat, akhirnya komunitas ini bisa tetap mempertahankan keberadaannya.
“Kami punya penonton setia tiap open mic tour kafe di Solo. Jadi dari penonton itu biasanya menanyakan kapan dan dimana open micnya. Jadi hal ini yang membuat kita semangat untuk berkembang dan bertahan sampai tahun ini. San semoga terus bertahan selamanya,” jelasnya.
Menariknya, untuk menambah jam terbang yang dimiliki, komunitas ini memiliki cara yaitu last free day low. Acara ini merupakan perlombaan antar sesama anggota komunitas di Stand Up Indo Solo.
“Sekitar 8 sampai 10 orang yang berlomba nanti dinilai dari banyaknya penonton yang tertawa. Hadiahnya nanti dari sumbangan komunitas, sistemnya saweran. Jadi lebih bisa berinteraksi dengan penonton,” tuturnya.
Memiliki jaringan TV nasional
Tidak hanya dalam lingkup komunitas stand up di Solo, Stand Up Indo Solo ini memiliki jaringan ke TV nasional yang juga menyelenggarakan event stand up berskala besar.
“Karena kita komunitas di kota yang berafiliasi di Jakarta, stand up Indo dan juga Majelis Lucu Indonesia. Kita sering ada kerjasama dengan mereka. Jadi ini jaringan kita buat show ke luar kota atau yang lebih besar,” ucap Indra.
Prestasi yang ditorehkan anggota komunitas ini pun sudah sampai area Jateng yakni Yogjakarta dan Semarang (Joglosemar).
“Kalau untuk area Joglosemar ada Faldo juara 1 lomba stand up pelajar dan juga 20 besar SUCA 4 Indosiar, Arum Setiadi masuk 3 besar. Kalau untuk nasional ada Brian Barcelona pernah tampil di Metro TV. Regenerasi komunitas ini sangat mudah, lewat lomba stand up atau dateng ke markas Cekopi Mendungan untuk open mic otomatis sudah menjadi bagian dari kami,” pungkasnya.








