SOLO, MettaNEWS – Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri turun gunung beri orasi dalam Hajatan Rakyat. Megawati hadir dalam kampanye terakhir pasangan calon presiden Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden Mahfud MD di Benteng Vastenburg Solo, Sabtu (10/2/2024).
Dalam orasinya Megawati menyinggung calon yang hobi bagi-bagi bansos sembako.
“Ingat jangan kesemsem milih orang. Hanya dikasih bansos, hanya dikasih beras 10 kilo langsung klenger. Terutama ibu-ibu, pertanyaan saya bansos segitu banyak rakyat Indonesia. Bansosnya seberapa banyak? tidak merata, tegas Megawati.
Mega menyebut segelintir bansos tersebut hanya gula-gula politik.
“Menurut saya itu hanya gula-gula. Hanya supaya kalian kesemsem terus milih dia. Persoalannya itu harganya berapa? Pakai uang siapa,” tandasnya.
Dalam orasinya Mega juga mengajak anak-anak muda untuk terus berpegang pada Pancasila.
“Salam Pancasila. Jadi Ibu memang sekarang mengajarkan satu salam namanya salam Pancasila. Kalau tidak ada Pancasila maka NKRI itu pasti tidak akan seperti sekarang,” tuturnya.
Di hadapan ribuan pendukung PDIP Mega juga mengingatkan sejarah Pemilu dari tahun 1955.
“Pemilu itu untuk kita disebut sebagai negara demokratis. Makanya kalau pemimpin bangsa kita termasuk proklamator kita. Kalian tidak akan mungkin bisa merdeka kalau tidak ada yang namanya Bapak Proklamator yang membacakan Proklamasi bangsa Indonesia,” seru Megawati.
Dengan kemerdekaan yang bisa dinikmati seluruh rakyat Indonesia ini Mega mengingatkan generasi muda untuk tidak seenaknya sendiri.
“Ingat lho, kamu jangan enak-enakan lho. Karena merasa sudah merdeka ya sudah,” tandasnya.
Megawati orasi hanya sekira 7 menit dan menutup dengan seruan 1 putaran.
“Ingat kita menangkan Ganjar Mahfud satu putaran. Semua angkat tangan. Satu putaran. Sanggup?,” seru Mega yang langsung disambut oleh ribuan massa pendukungnya.







