SOLO, MettaNEWS – Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menggelar kampanye akbar di Solo.
Kampanye akbar Hajatan Rakyat Solo ini berlangsung dari Mangkunegaran Ngarsapura hingga Benteng Vastenburg.
Pada orasinya Ganjar menyebut Solo mempunyai cara sendiri untuk memenangkan PDI Perjuangan.
“Solo punya caranya sendiri. Solo punya gayanya sendiri. Jawa Tengah punya kekuatannya sendiri. Hari ini kita tunjukkan dalam kampanye terakhir hingga nanti sore akan ada di Semarang,” ujar Ganjar.
Mengenakan kemeja warna hitam, Ganjar mengatakan sebagai kota budaya bahkan hingga kampanye juga dibalut seni budaya.
“Solo adalah gaya berbudaya dan selalu menyentuh akal budi dan rasa kita. Sejak pagi saya juga di arak bersama istri dan anak saya. Juga dengan pak Mahfud berkeliling. Kami melihat mata-mata rakyat yang penuh semangat. Kami melihat senyum rakyat, tawa rakyat yang juga memberikan semangat,” ujarnya.
Ganjar menyebut pemimpin tidak boleh diam karena teriakan-teriakan yang ada di rakyat.
“Tapi kita harus bisa merasa. Itulah kenapa dalam perjalanan kami saya dan Pak Mahfud mencoba untuk mendengarkan dan merasakan. Dengan kampanye dan tidur di rumah rakyat di situlah kami mendengarkan dan menyerap aspirasi rakyat,” jelasnya.
Pada kampanye pungkasan tersebut hadir para elite politik partai koalisi. Seperti Harry Tanu dari Perindo, Sandiaga Uno, Khofifah Indar Parawansa juga dari Hanura dan tokoh lainnya.
“Solo spesial mohon izin untuk partai-partai lain memang PDI Perjuangan kandangnya ada di sini. Maka hari ini komplit, Mas Pacul hadir, Mas Rudi hadir di sini. Dan ini memang dapilnya mba Puan. Saya dan Pak Mahfud ingin menyampaikan terima kasih dukungan Solo Raya luar biasa. Setelah kemarin pecah di GBK, kami ke Banyuwangi pecah lagi. Luar biasa ya Solo ini,” tandasnya.
Menutup orasinya Ganjar mengajak masyarakat untuk datang ke TPS masing-masing dan mencoblos sesuai hati nuraninya.
“Kita akan merespon dengan akal sehat dan pikiran bersih melawan lah dengan cara yang benar. Melawan lah dengan ketenangan. Bagaimana caranya? tidak sulit. Anda cukup datang pada tanggal 14 Februari dan menentukan pilihan untuk mencoblos. Itulah perlawanan sejati yang bisa rakyat tunjukkan. Karena kami tidak bisa mengerahkan kekuatan, menggerakkan aparatur. Dan kami hanya punya hati nurani punya keikhlasan. Untuk menentukan Republik ini sesuai suara panjenengan semuanya,” pungkasnya.








