Mbah Lapiyo Tak Pulang, Ternyata Terpeleset di Jembatan Sungai Serang

oleh
ilustrasi tenggelam, sepasang bocah kembar
Ilustrasi

GROBOGAN, MettaNEWS – Mbah Lapiyo (60), petani sepuh warga Desa Toko, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Gerobogan ditemukan tewas di aliran Sungai Serang tidak jauh dari rumahnya, Senin (10/7/2023).

SAR gabungan yang mencari sejak Minggu menduga Lapiyo terjatuh dari jembatan saat pulang dari bekerja di sawah. Dia pun tenggelam di Sungai Serang, sungai sepanjang 137 km dari lereng Gunung Merbabu dan bermuara di Laut Jawa tidak jauh dari Jepara.

“Minggu siang sekitar pukul 14.00, Mbah Lapiyo seperti biasa berangkat ke sawah. Untuk itu dia harus menyeberangi Sungai Serang terlebih dahulu. Sampai pada malam hari Mbah Lapiyo belum pulang ke rumah, kemudian keluarga mencari tapi tidak ketemu,” ujar Kepala kantor SAR Semarang, Heru Suharnanto dalam siaran pers Senin siang.

Ada dugaan, korban jatuh ke dalam sungai saat menyeberangi jembatan dalam perjalanan pulang. Karena tidak bisa menyelamatkan diri, akhirnya meninggal karena tenggelam.

Baca Juga Kisah Mbah Kardi si Pejuang Sawah, Pulang Tinggal Nama 

Rescuer Basarnas bersama relawan setempat, melakukan SAR sejak Minggu malam. Mereka mendapati area pencarian dalam cuaca stabil, kedalaman sungai sekitar 2 meter. Namun, pencarian kemudian berhenti karena kegelapan malam membuat pencarian menjadi tidak efektif.

Hingga, pukul 2 dini hari, personel yang meronda dari daratan, melihat jasad Mbah Lapiyo terapung. Jaraknya kira-kira 200 meter dari jembatan tempatnya jatuh.

SAR gabungan selanjutnya mengevakuasi jenazah Lapiyo dan menyerahkannya kepada keluarga.

Heru Suhartanto mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Terlebih, saat ini kondisi alam sedang tidak menentu.

“Kami berterimakasih kepada semua elemen yang membantu misi pencarian. Dengan ini, operasi SAR kami tutup,” kata Heru. (mg1)