Matinya 3 Ekor Kebo Keraton Surakarta di Tahun Sura, Fenomena Apa?

oleh
Kebo
Kebo muda Gino Keraton Surakarta mati di Kandang Mahesa Pusaka sisi timur Alun-alun selatan, Sabtu (6/8/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Matinya kebo muda bernama Gino menambah daftar panjang kasus kematian mahesa pusaka Keraton Surakarta. Dari Juli hingga Agustus ini, 3 ekor kebo mati di bulan Sura.

Terkahir kebo berusia 14 bulan mati pada Sabtu (6/8/2022) setelah mengalami kejang-kejang sejak Jumat, (5/8/2022).

Sebelumnya satu ekor kebo betina tertua berusia 20 tahun bernama Apon mati Kamis (21/7/2022). Hanya berselang 3 hari, kebo jantan yang baru berusia 1 hari juga mati pada Sabtu, (24/7/2022). Kematiannya pun diingat masyarakat lantaran waktu itu merupakan waktu menjelang satu Sura.

Terjangkitnya 7 kebo pasukan inti kirab pusaka membuat persiapan kirab Keraton Surakarta begitu pelik. 5 ekor kebo yang sakit harus dipindahkan ke Kompleks Magangan Keraton Surakarta agar tak menularkan virus.

Akhirnya pihak keraton hanya melibatkan 4 ekor kebo saat Kirab Hajad Dalem 1 Sura 1956 Ehe Jumat, (29/7/2022) lalu. Saat ini tersisa 18 ekor kebo yang berada di Kandang Mahesa Pusaka, Sitinggil dan Magangan.

Menyikapi hal ini, Ketua Pengelola Alun-alun Selatan, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani berharap hal ini bukan fenomena buruk.

“Kita berdoa mudah-mudahan tidak ada fenomena yang buruk di tahun Sura ini karena kita tahu kemarin yang dikeluarkan juga 4, kalau dalam istilah orang-orang menyebut angka 4 itu angka mati mudah-mudahan kita berharap tidak ada apa-apa,” terang GKR Timoer kepada MettaNEWS, Sabtu (7/8/2022).

Gino yang tiba-tiba ambruk telah mendapat perawatan dari dokter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) lewat infus dan suntikan.

“Dari laporan srati dan pengelola anak buah saya yang di sini kemarin itu berdiri terus ambruk kemudian kami sudah kontak dengan Dinas Peternakan untuk diperiksa dan sudah diberi suntikan dan infus. Tetapi Jumat malam kejang-kejang sampai Sabtu pagi,” bebernya.

Sayangnya pihak DKPP tak bisa terus memonitoring kondisi Gino lantaran berada di luar kota.

“Kami sudah kontak dengan dokter kebetulan dari DKPP tidak cepat langsung kesini karena ke luar kota kita sampai kontak dengan 3 dokter semuanya juga keluar kota,” terangnya.

Kembali kejang di pagi harinya, Gino akhirnya tak tertolong pada Sabtu (6/8/2022) sekira pukul 12.00 WIB.

Masih ada dua ekor kebo di Kandang Mahesa Pusaka sisi timur yang terkena PMK. Maka pihaknya akan memantau kebo ini dengan DKPP.

“Kemungkinan karena dua itu kena si Asih dan satu lagi, akhirnya terdampak, yang di Kandang Mahesa Pusaka yang kena, yang di Sitinggil dan Magangan sudah membaik, tindakan akan dipantau terus dan koordinasi dengan dokter dinas,” tutupnya.