Masih Eksis, Bakso Kejujuran Banjarsari Berencana Buka Cabang

oleh
bakso kejujuran
Pembeli mengambil sendiri bakso yang ada di Kedai Bakso Kejujuran, Selasa (22/02/2022) | Metta NEWS / Adinda

SOLO, Metta NEWS – Sempat diprediksi tidak dapat bertahan lama, Kedai Bakso Kejujuran di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta masih eksis berjualan hingga kini. Berdiri sejak 2019, Artanto, pemilik kedai berencana membuka cabang di lingkungan pelajar. Tetap pertahankan konsep kejujuran, pada awalnya Artanto hanya ingin tahu seberapa jujur masyarakat dalam hal maknan.

“Waktu itu cuma mau ngetes aja, seberapa jujur orang-orang kalau soal makanan. Apakah mereka mau jujur atau nggak. Kalau makanan kan jadi daging, kalau mereka sampai berani ngabuk (berbohong) kan dosa,” ucap Artanto melalui sambungan telepon, Selasa (22/02).

Artanto menuturkan tidak sedikit pertanyaan muncul dari para pembeli seputar kerugian. Tidak takut merugi, ia mengungkapkan usaha ini sekaligus menjadi ladang berbagi. Konsep kejujuran ini mampu menarik minat berbagai pihak untuk melakukan kerjasama.

Terbentur pandemi, penawaran waralaba dari beberapa pihak mengalami penundaan. Kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya bangkit menjadi alasan penundaan. Alami penurunan omzet, Artanto tetap optimis menjalani bisnis. Pada mulanya pegawai di kedai tersebut berjumlah tujuh orang. Usaha yang awalnya didirikan bersama dengan sahabatnya, saat ini Artanto hanya bersama istri dan satu orang pegawai yang mengurus kedainya.

Pada awal berdiri, Artanto bertugas untuk mengawasi kedai, saat ini ia beralih menjadi juru masak. Bersama dengan istri ia mulai menyiapkan kedai setiap harinya. Selain berprinsip pada kejujuran, kedai ini rutin lakukan aksi bagi makanan. Bagikan 5 porsi setiap harinya, Artanto rasakan kepuasan batin karena dapat membantu sesama.  Akui tidak mengalami kerugian dengan sistem kejujuran, Artanto justru heran dengan pembeli yang sangat jujur.

“Sering ada yang kelupaan, ada yang belum dihitung. Hari ini makan besoknya kembali buat bayar. Padahal kalau lupa ya nggak papa karena kan saya sendiri juga nggak ngecek, nggak saya hitung. Kebanyakan para pembeli malah merasa nggak enak hati,” tambah Artanto.\

Ia mengaku setiap harinya tidak menghitung jumlah porsi yang dijual. Ia percaya bahwa jumlah porsi yang terjual akan selalu sama dengan pendapatan yang diperoleh. Belum pernah menemui pembeli yang tidak jujur, kedai baksonya bisa menjadi tempat bagi mereka yang tidak punya uang banyak.

Konsisten dengan harga makanan mulai dari Rp 1.000- sejak berdiri, pembeli dapat menyesuaikan uang yang dimiliki dengan makanan atau minuman apa yang bisa dipilih. Artanto mengungkapkan ada pembeli yang hanya habis Rp 2.000-, untuk makan dan minum.

Artanto ingin memberikan sedikit contoh yang baik kepada sesama melalui kegiatan berbagi. Menjadi tantangan tersendiri, ia berencana membuka cabang di lingkungan pelajar. Meskipun lingkungan tersebut dirasa kurang menyakinkan. Namun tidak membuat Artanto takut jika alami banyak kerugian.

Tetap pada konsep kejujuran, Artanto menuturkan kedainya tidak memberikan pelayanan ambil antar ke meja pembeli. Melainkan pembeli harus mengambil dan menghitung sendiri makanan dan minuman yang diambil.