BOYOLALI, MettaNEWS – Jajaran PMI Boyolali berkerjasama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan lakukan penyemprotan skala besar di setiap pasar hewan dan kandang ternak hewan di Boyolali Kamis (26/5/2022). Hal ini untuk mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dalam mengatasi maraknya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di kota tersebut.
Hal ini juga sebagai sterilisasi pasar hewan karena Pemkab Boyolali telah menetapkan pada 27 Mei 2022 hingga 10 Juni 2022 dilakukan penutupan sementara semua pasar hewan.
Dilansir dari laman Pemkab Boyolali, Data terkahir Rabu (25/5/2022) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali sudah melakukan tracking sejumlah 4.473 hewan ternak, dari hasil tracking itu 360 hewan suspek dan 21 hewan positif PMK.
“Kami bersatu untuk penanganan virus PMK pada ternak hewan sapi. Kami juga melibatkan relawan dan warga,”ungkap Sunarno Ketua PMI Boyolali
Pihaknya menerjunkan tim sebanyak 30 orang Korps Sukarela (KSR), 30 orang Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (sibat),30 orang relawan desa dan 12 orang pengurus dan staf.
Surnano meminta kepada para peternak di wilayah Boyolali apabila ternak miliknya terkena gejala suspect dan gelaja mulut pada hewan untuk segera melaporkan kejadian tersebut terhadap dokter hewan maupun pihak Dinas Peternakan dan Perikanan
“Pada intinya para peternak bersabar dan tenang dalam menghadapi PMK tersebut. Dan juga ikut prihatin, semoga virus PMK tersebut segera berakhir,” ungkapnya.
Selama ada penutupan pasar hewan tersebut, petugas PMI akan terus berupaya melakukan penyemprotan disinfektan pada pasar hewan dan kandang para peternak hewan.







