Luncurkan Rumah Aspirasi Rakyat, Henry Indraguna Serap Keluhan Masyarakat   

oleh
oleh
Henry Indraguna
Henry Indraguna menyerahkan santunan pada yatim piatu di Soft Launching Henry Indraguna Center, Kamis (16/6/2022) | Metta NEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Membuka rumah aspirasi untuk rakyat, Dewan Pakar DPP Partai Golkar Henry Indraguna siap menyerap keluh kesah masyarakat. Kondisi pandemi hingga saat ini menyisakan banyak masalah bagi masyarakat. 

Dari hasil blusukan selama beberapa waktu, Henry menemukan berbagai keluhan dan harapan dari masyarakat khususnya beban hidup yang semakin berat akibat dari pandemi Covid-19. 

“Henry Indraguna Center dibangun dan dibuat untuk rumah aspirasi rakyat. Dimana ada keluh kesah, masukan rakyat, semua boleh datang ke HI Center ini,” terang Henry usai potong tumpeng dna doa bersama anak yatim piatu di soft launching Henry Indraguna Center, Kamis (16/6/2022). 

Lewat rumah aspirasi rakyat Henry Indraguna Center (HIC) yang terletak di Jalan Yos Sudarso 188 Kelurahan Kratonan, Kecamatan Serengan ini, Henry menyediakan diri untuk mendengar yang menjadi keluhan masyarakat. 

“Di sinilah saya bisa mendengar apa keluhan masyarakat. Di sini saya bisa berpikir mencari solusi terbaik untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah-masalah tersebut,” ungkapnya. 

Menurut Henry beberapa masalah yang mendesak untuk segera dicarikan jalan keluar adalah harga minyak goreng yang belum terkendali dan masalah pengangguran akibat banyaknya PHK saat pandemi. 

“Masalah urgent yang saat ini dihadapi masyarakat khususnya di Dapil 5 Jateng adalah minyak goreng, pengangguran dan masalah petani soal pupuk. Ini menjadi PR saya, nanti di Jakarta akan saya bawa ke rapat dengan pihak terkait terutama soal harga minyak goreng,” ungkap Henry yang juga menjabat sebagai Tim Ahli Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hukum.

Henry Indraguna
Soft launching Henry Indraguna Center

Henry mengungkapkan tekanan perekonomian akibat pandemi menghempas ke seluruh lini masyarakat dan sangat terasa sekali. 

“Pandemi banyak PHK dan membuat banyak pengangguran sehingga mereka berharap ada solusi dari pemerintah atau swasta membuka lapangan pekerjaan. Ini menjadi PR saya juga bagaimana menciptakan lapangan kerja baru. Juga jeritan petani soal permainan harga tengkulak, pupuk organik berkualitas yang sulit didapat,” papar Henry. 

Selain itu, di HIC, Henry melanjutkan semua masyarakat bisa memanfaatkan gedung ini sebagai pusat kegiatan masyarakat. 

“Ada seniman, kyai, ustad, pendeta, komunitas, UMKM atau siapapun juga mau pakai ruangan di sini saya persilahkan asal demi kepentingan masyarakat,” pungkas Henry.