Linmas Gajahan Meninggal saat Bertugas, Rekan Kerja Kenang Kesetiaan Mengabdi 15 Tahun

oleh
lelayu
Suasana di rumah duka, sejumlah warga tuguran di rumah almarhum Gunawan Heru Santoso di Kelurahan Gajahan, Pasarkliwon, Solo, Senin (4/7/2022) malam | MettaNews/Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Kabar duka menyelimuti lembaga kemasyarakatan desa/kelurahan Satuan Linmas (Perlindungan Masyarakat) Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon, Solo pada Senin (4/7/2022) sore. Salah satu anggotanya, Gunawan Heru Santoso yang menjabat sebagai Wakil Danton telah berpulang di usia yang ke-59 tahun.

Lurah Gajahan, Suyono sebagai saksi kepergian almarhum mengatakan saat itu Gunawan tengah menjalankan piket siangnya sejak pukul 14.00 dan akan berakhir pukul 22.00 WIB. Suyono menuturkan sebelumnya pukul 15.00-15.30 ia, almarhum bersama rekan kerja kelurahan berbincang dan bersenda gurau di depan Pendapa Kelurahan Gajahan.

Sesaat Suyono pergi ke dalam kantor lantaran ada tamu yang membutuhkan pelayanan. Tak berselang lama, suara teriakan nyaring terdengar. Diketahui saat itu Gunawan tiba-tiba ambruk tak sadarkan diri.

“Di depan Pendapa di mobil Jeep Babinsa senda gurau bareng-bareng Linmas Pak Kasi orang kelurahan dan teman-teman ngbobrol. Itu juga tadinya guyonan sama saya nggak nyangka begitu cepatnya saya tinggal pelayanan ada tamu setengah pelayanan itu ada yang bengok-bengok (teriak-teriak) karena tahu-tahu kok jatuh,” terang Suyono saat ditemui MettaNEWS di rumah duka Jetayu 4, RT 2 RW V Gajahan Pasar Kliwon Solo, Senin (4/7/2022) pukul 21.14 malam.

Suyono dan rekan kerja sejawat almarhum tak mengetahui riwayat penyakit yang diderita sehingga pihaknya langsung melarikan Gunawan ke RS Unum Islam Kustati di Pasar Kliwon untuk mendapat pertolongan.

“Nggak tahu kalau ada riwayat sakit, tahu-tahu jatuh gleyor ditampani teman-teman Linmas sampai perjalanan ke Kustati meninggal,” tambahnya.

Namun sayang di tengah perjalanan Gunawan menghembuskan nafas terakhirnya. Perjalanan tetap dilanjutkan untuk memastikan kondisi Gunawan, sesampainya di RSUI Kustati Gunawan dinyatakan meninggal dunia. Jenazah akhirnya dibawa pulang ke rumah duka.

“Dari kelurahan ke Kustati makai mobil secara bukti fisik tidak disampaikan ke saya dari keluarga dan teman-teman bilang ada riwayat jantung. Sampai mondok enggak, kontrol aja,” terang Suyono.

Suyono akhirnya mengetahui almarhum memiliki riwayat penyakit jantung. Sebelumnya almarhum tak pernah dirawat di rumah sakit karena riwayat penyakitnya tersebut. Ia pun menduga almarhum mengalami kelelahan ditambah sudah berusia lanjut.

“Sifatnya mendadak ya hanya simple seperti itu tapi beliau kayanya belum pernah sakit masuk RS karena itu (jantung). Mungkin sudah pernah periksa apa tapi kurang hati-hati nggak boleh kecapekan. Saya dengar-dengar ya ada riwayat, tapi tidak ekstrem langsung tiba-tiba masuk RS, belum pernah ada kaya gitu,” tuturnya.

Pada saat kejadian, Gunawan bertugas dengan lima rekan Linmas lainnya.

“Tadi yang piket lima, tetapi ada teman-teman yang lain juga, banyak orang tadi, 10 orang ada wong ramai,” tambahnya.

Berpulang saat melakukan tugasnya sebagai Linmas, Suyono dan sejumlah rekan kerja almarhum mengenang sosok Wadanton tersebut semasa hidupnya. Almarhum dikenal sebagai sosok yang setia hingga dijadikan panutan lantaran sifatnya yang selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Sudah hampir 15-an tahun, sudah lama ini setia, loh, usianya sudah 59 tahun sudah senior. Karena ini Linmas senior lama, karena panutan dia kan juga Wandanton, selalu mengutamakan apa maunya masyarakat, apapun mboh itu orang punya hajat, lelayu, kerja bakti, urusan apapun di kampung,” beber Suyono.

Bertugas untuk penagamanan wilayah, patroli, pelayanan masyarakat Kantibmas (Keamanan dan ketertiban masyarakat), Gunawan dijadikan panutan oleh anggota Linmas yang lain.

“Linmas Gajahan, kan, spesifikasinya sregep, kompak, paling menyatu, jadi paling kelihatan, memang karakter Linmas Gajahan beda,” ucapnya.

Pengabdiannya sebagai Linmas selama belasan tahun tersebut dianggap sebagai dedikasi pelayanan masyarakat yang sangat berharga bagi Suyono dan sejumlah rekan kerja di jajaran Keluarahan Gajahan. Pihak kelurahan pun akan mengupayakan asuransi dan BPJS untuk almarhum.

“Jadi itu kami anggap meninggal karena tugas, ya, kebetulan sudah masuk BPJS Ketenagakerjaan jadi kita mengupayakan itu, termasuk diasuransikan, ya, nanti kita proses,” terangnya.

Diketahui di Kelurahan Gajahan tedapat 14 Linmas yang resmi bertugas dengan sistem piket dan dibiayai dari APBD.

“Ya nanti kita melapor bukti yang sudah ada, bukti iuran, kartu anggota, surat kematian, keluhahan membuat surat keterangan, dan sebagainya,” tambahnya.

Almarhum meninggalkan seorang isti, 3 orang anak dan 8 cucu. Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka di Jetayu 4, RT 2 RW V Gajahan Pasar Kliwon Solo untuk dimakamkan ke Pemkaman Tunggul, pada hari Selasa pahing 5 Juli 2022 pukul 13.00 WIB.