Lewat Ajudan, Walikota Gibran Serahkan Cenderamata Keris Pada Personel Dream Theater

oleh
oleh
Personel Dream Theater menerima kenang-kenangan keris dari Pemerintah Kota Surakarta | Humas Pemkot Solo

SOLO, MettaNEWS – Walikota Solo Gibran Rakabuming menyerahkan cenderamata berupa keris untuk kelima personel Dream Theater. Cenderamata keris ini dikemas dalam kotak warna merah cerah bertuliskan Pemerintah Kota Surakarta.

Keris tersebut dikirimkan oleh Yusuf, ajudan Walikota Gibran ke hotel Alila tempat Dream Theater menginap.

“Intinya sebuah apresiasi karena itu kan legend-legend, sudah bersedia mampir ke Kota Solo menghibur kita yang ada di sini. Tadi saya kirim 5 keris untuk personelnya,” jelas Gibran, Kamis (11/8/2022).

Gibran mengaku tidak paham jenis atau makna ukir keris yang dikirimkan untuk personel band progressiv metal tersebut.

“Aku ra ngerti, pokoke keris. Tadi minta tolong Yusuf yang nganter. Saya dari pagi rapat soale. Wes pokoke barange sudah tersampaikan,” tutur Gibran.

Ayah Jan Ethes ini menambahkan keris yang dikirimkan adalah keris kenang-kenangan yang memang khusus untuk tamu pemerintahan.

“Itu keris official yang biasanya kita kasih ke pejabat-pejabat,” ungkapnya.

Gibran mengungkapkan dirinya tidak ada rencana untuk bertemu dengan Petrucci dan teman-temannya.

“Pokoknya makasih, wis gitu wae. Ngga ada rencana ketemu takut ganggu waktunya mereka,” ujar Gibran.

Gibran menambahkan pihaknya terus berkomunikasi dengan Rajawali Indonesia selaku promotor konser-konser besar.

“Saya menyarankan Rajawali untuk milih venue, tahun depan untuk di dalam. Mereka udah ada jadwal lagi,” jelas Gibran.

Pemakaian stadion Manahan ataupun Sriwedari diperbolehkan selama tidak terbentur dengan jadwal lainnya.

“Bisa dipakai, tinggal diatur wae jadwale, santai. Yo pokoke nanti kita atur lah. Bisa di dalem atau di luar, di Sriwedari juga bisa atau di mana nanti kita atur. Soale dari Rajawali jadwale udah keluar, konfirmasi agennya sudah keluar,” paparnya.

Saat konser berlangsung kemarin, Gibran juga mengamati manajemen posisi penonton yang terhalang layar dan sound monitor.

“Yo ojo ning mburi kono no, piye to? Besok kita perbaiki. Tapi ya cukup oke lah kemarin,” pungkas Gibran.