JEDDAH, MettaNEWS – Kuota Haji Indonesia 2023 kembali normal yakni 221.000 jemaah. Hal tersebut tertera pada dokumen nota kesepahaman (MoU) yang di ambil Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dari Menteri Umrah dan Haji Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah Senin (9/1/2023).
Yaqut mengatakan, dalam pertemuan tersebut disepakati. Tidak ada batasan usia bagi jamaah haji yang diberangkatkan tahun 2023. Sebelumnya batasan usia jamaah haji harus di bawah 65 tahun. Ini guna meminimalkan penularan Covid-19.
“Sesuai kesepakatan, tahun ini sudah tidak ada pembatasan usia jamaah haji. Artinya, jemaah 65 tahun ke atas juga dapat berangkat haji tahun ini,” kata Gus Yaqut seperti dalam Kemenag.go.id.
Kesepakatan Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi juga mencakup pengaturan pendaratan pesawat pengangkut jamaah haji di Kota Jeddah dan Madinah serta pelaksanaan kebijakan-kebijakan baru mengenai pelayanan haji.
Dalam pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Yaqut juga melobi penambahan kuota jamaah haji bagi Indonesia guna memperpendek masa antre berangkat berhaji yang sudah sangat panjang di Indonesia.
“Indonesia masih mengupayakan agar bisa mendapat tambahan kuota. Misalnya, dengan memanfaatkan kuota negara lain yang tidak terserap maksimal,” tutur Yaqut.
“Ini kami perjuangkan agar kuota yang tersedia terserap efektif dan antrean jemaah haji Indonesia juga tidak terus bertambah,” lanjutnya.
Menurut Yaqut, penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M menjadi momentum kebangkitan usai dua tahun lebih dilanda pandemi. Saat pandemi Indonesia hanya mendapatkan kuota 100.051 jemaah. Penyelenggaraan haji tahun ini kali pertama kuota negara-negara pengirim jemaah haji kembali normal.
Kemenag mengapresiasi langkah Menteri Haji Saudi yang tahun ini melibatkan negara-negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia, dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Kepastian kuota sejak dini akan memudahkan Indonesia dalam melakukan persiapan.
“Tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah akan siapkan layanan untuk jemaah. Baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. Kami bersama Komisi VIII DPR RI akan segera melakukan pembahasan biaya penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2023,” tegasnya.
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Kerajaan Arab Saudi. Karena melibatkan Indonesia sejak awal dalam penyelenggaraan pelayanan haji tahun 2023.
“Kami juga terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji kita,” tandas Yaqut.







