JAKARTA, MettaNEWS – Presiden RI Joko Widodo diagendakan akan melakukan rangkaian kunjungan kerja luar negeri pada akhir bulan Juni ini. Negara yang akan dikunjungi Presiden adalah Jerman, Ukraina, Rusia, dan Uni Emirat Arab.
Tim penyelamatan khusus telah disiapkan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) untuk mengawal Presiden Joko Widodo kunjungan ke Rusia dan Ukraina nanti. Paspampres juga menyiapkan perlengkapan keamanan diantaranya rompi dan helm.
Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen Tri Budi Utomo kepada wartawan, Kamis (23/6/2022) menyampaikan perlengkapan helm dan rompi juga disiapkan untuk seluruh delegasi yang mendampingi Jokowi saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
“Kita siapkan helm dan rompi yang kemungkinan kalau memang berkenan digunakan untuk kegiatan di dua negara tersebut,” jelas Tri Budi.
Selain perlengkapan keamanan, Tri Budi mengungkapkan tim penyelamat khusus yang mengawal Presiden Jokowi nanti akan dibekali senjata laras panjang sesuai dengan jumlah personel Paspampres.
“Biasanya kita tidak menggunakan senjata laras panjang. Penggunaan senjata laras panjang dengan amunisi tidak terbatas ini sudah seizin pemerintah Ukraina,” kata Tri Budi.
Tri Budi mengungkapkan, pengawal Presiden Jokowi saat lawatan ke Eropa tersebut kurang lebih berjumlah 39 anggota Paspampres.
“Kami juga sudah berkomunikasi dan koordinasi dengan KBRI di Rusia dan Ukraina khususnya terkait pengamanan Presiden Jokowi,” imbuhnya.
Dilansir dari setkab.go.id, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengungkapkan, lawatan Presiden ke Jerman dalam rangka memenuhi undangan Jerman selaku Ketua G7 untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. Pertemuan akan berlangsung di Elmau pada tanggal 26-27 Juni 2022.
Selepas dari Jerman, Presiden Jokowi direncanakan akan mengunjungi Kiev, Ukraina dan Moskow, Rusia. Presiden diagendakan akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Retno mengungkapkan, kunjungan Presiden ke dua negara ini adalah wujud kepedulian terhadap isu kemanusiaan serta semangat untuk terus mendorong perdamaian.
“Presiden Jokowi merupakan pemimpin Asia pertama yang akan melakukan kunjungan ke dua negara tersebut. Kunjungan Presiden ini menunjukkan kepedulian terhadap isu kemanusiaan, mencoba memberikan kontribusi untuk menangani krisis pangan yang diakibatkan karena perang dan dampaknya dirasakan oleh semua negara terutama negara berkembang dan negara dengan penghasilan rendah, dan terus mendorong spirit perdamaian,” ujarnya.








