SOLO, MettaNEWS – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta terus memperkuat persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Salah satu langkah konkretnya adalah menggelar latihan bersama bagi 650 atlet dan 150 pelatih dari 63 cabang olahraga, yang berlangsung pada Minggu, 27 Juli 2025 di halaman FKOR UNS dan Manahan. Latihan bersama atlet dan pelatih ini sebagai bagian dari program kerja Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres).
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi dan Litbang KONI Surakarta, Bambang Widjanarko, mengatakan bahwa latihan bersama ini sudah direncanakan dalam agenda tahunan binpres.
“Jadi acara hari ini latihan bersama atlet ini adalah salah satu program kerja binpres pada tahun 2025. Sudah kami rencanakan ada dua kali latihan bersama tahun ini,” ungkapnya.
Menurut Bambang, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merebut kembali peringkat kedua di Porprov mendatang, setelah pada gelaran sebelumnya Surakarta harus puas berada di posisi ketiga.
“Porprov terakhir kemarin kita dihajar di ranking 3. Sehingga mau tidak mau dan harus menjadi target realistis untuk tahun 2026 harus kita rebut kembali menjadi ranking 2. Walaupun nanti targetnya tetap ke juara umum,” tegasnya.
Latihan kali ini berfokus pada kegiatan lari dan senam bersama. Tujuannya, kata Bambang, tidak hanya meningkatkan kebugaran, tetapi juga mempererat solidaritas antar atlet dari berbagai cabang olahraga.
“Sehingga antara atlet yang satu dengan yang lain saling bersatu untuk merebut kembali di peringkat kedua,” jelasnya.
Bambang menjelaskan bahwa meskipun saat ini baru 650 atlet yang dilibatkan, jumlah peserta Porprov bisa lebih banyak.
“Tahun kemarin kita menyiapkan 650, yang lolos 550. Tapi tidak menutup kemungkinan yang tidak masuk kuota bisa ikut Porprov juga. Nanti kalau sudah lolos baru kita tampung semuanya,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa rencana besar telah disiapkan jika seluruh atlet lolos ke Porprov 2026.
“Kalau nanti sudah lolos Porprov dan anggaran memungkinkan, kita akan membuat suatu pelatihan kota seperti Pelatda, tapi di tingkat kota. Jadi kita mulai dari makannya, latihannya, dan insentifnya. Tetapi mungkin tetap tidur di rumah masing-masing. Hanya pembinaan intens kita fokuskan pada satu tempat,” pungkas Bambang







