Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak Jabat Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Berikut Deretan Kasus Besar yang Diungkap Saat di Solo

oleh
Kapolresta Solo Ade Safri
Kapolresta Solo Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak | Foto : Metta NEWS - Puspita

SOLO, MettaNEWS – Mantan Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kini resmi menjabat menjadi Dirreskrimsus Polda Metro Jaya usai mendapatkan amanat dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Mutasi itu tertuang pada Surat Telegram Kapolri nomor: ST/1394/VI/KEP/2023 tertanggal 24 Juni 2023 yang ditandatangani Irjen Pol Dedi Prasetyo selaku SDM Polri.

Rencananya, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak akan berkantor dan pelantikan sebagai Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Rabu (12/7/2023) besok.

Sejak memangku jabatan sebagai Kapolresta, Agustus 2020, Sosok kelahiran Surabaya itu terkenal tegas dalam menegakkan hukum di wilayah hukum di Kota Solo. Siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum akan mendapatkan tindakan tegas.

“Saya selalu tekankan kepada anggota dan pasukan dalam setiap kesempatan. Kita dalam bertugas memberikan layanan, serta penegakan hukum untuk bekerja secara Ikhlas, dan semata-mata diniatkan dengan ibadah, Insyaallah hasilnya akan baik dan optimal,” kata Ade Safri, Senin (10/7/2023).

Tak tanggung-tanggung, sejak menjabat sebagai Kapolresta Solo, kasus kejahatan di tahun 2020 mengalami penurunan hingga 10,05 persen dari kejahatan tahun 2019.

Berdasar database dan hasil analisa dan evaluasi (anev) tahun 2020, ada 707 kasus yang ditangani pihak kepolisian. 474 kasus atau 62 persen perkaranya dapat dirampungkan sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

Setidaknya ada sederet kasus besar yang berhasil perwira berpangkat melati tiga itu ungkap selama bertugas di Solo.

Kasus-kasus di Solo Saat Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak Menjabat Kapolresta

Kasus pertama yang berhasil rampung adalah aksi intoleran dan kekerasan di Mertodranan, Kota Solo, pertengahan 2020 silam.

Menjadi pekerjaan rumah di awal menjabat, kasus itu berhasil tuntas dengan tertangkapnya 12 pelaku yang kini sudah mendapatkan vonis.

Kemudian ungkap kasus anggota polisi Wonogiri yang jadi backing pemerasan dan yang tim Resmob Satreskrim Polresta Solo tangkap. bukti Kapolresta Solo tak pandang bulu dalam menegakkan keadilan.

Lalu kasus penembakan brutal mobil Toyota Alphard di Solo dengan pelaku Lukas Jayadi di Jalan Monginsidi, Gilingan, Banjarsari, Kecamatan Banjarsari.

Bahkan pelaku tertangkap di sebuah agen bus antarkota hanya sekitar dua jam setelah aksi penembakan tersebut.

Kasus besar yang juga tuntas adalah penganiayaan kegiatan Pendidikan Latihan Dasar Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Sebelas Maret (UNS). Dalam kasus itu, dua orang menjadi tersangka dan sudah mendapatkan vonis hakim, April 2021.

Kombes Pol Ade Safri juga menangani kasus saat menjabat sebagai Kasubdit II Harda Dittipidum Bareskrim Polri selepas dari Kapolresta Solo.

Kasus itu terkait dengan perkara tanah Jatikarya Bekasi yang merupakan milik Mabes TNI sesuai SHP O1/Jatikarya Bekasi/1992 dengan pelapor dari Pihak Mabes TNI. Saat ini untuk penanganan kasus dimaksud telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.

Berbagai penanganan kasus, baik narkoba, kriminal umum maupun penindakan bagi para pelaku penyakit masyarakat (pekat), rupanya sebagai bentuk strategi agar situasi keamanan di Kota Solo tetap nyaman dan kondusif. Kegiatan Tiada Hari Tanpa Razia (THTR) terbukti ampuh dalam memberantas pekat.

“Tidak ada ruang sedikitpun untuk aksi kekerasan, premanisme, intoleransi, dan radikalisme di Kota Solo. Kita akan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Ade Safri dalam beberapa kesempatan bersama awak media.