Kolaborasi LPEI dan Atdag Canberra Bawa 10 Mitra Binaan UMKM Lokal ke Pasar Australia

oleh
oleh
Ekspor UMKM
10 mitra binaan UMKM Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia menembus pasar ekspor Australia | dok LPEI

JAKARTA, MettaNEWS – Kementerian Perdagangan RI berhasil mengantarkan 10 mitra binaan UMKM Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menembus pasar ekspor Australia. Keberhasilan ini merupakan kolaborasi antar institusi Pemerintah melalui LPEI atau Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI dengan Atase Perdagangan Canberra.

Menandai keberhasilan 10 mitra binaan UMKM ini dengan kegiatan pelepasan ekspor bersama di Gudang Bambu, Bantul, Yogyakarta (31/5/2023).

Pelepasan satu kontainer produk furnitur, kerajinan tangan, tekstil dan home décor. Hadir perwakilan dari LPEI yakni Kepala Departemen Jasa Konsultasi Prayudha Utama, Atase Perdagangan Canberra Agung Haris Setiawan dan Founder Indonesia Direct Biyp Mukhsen Assegaf.

“Pelepasan ekspor ke Australia kali ini juga memiliki misi khusus. Yaitu membawa pelaku UMKM Indonesia yang sudah melalui tahap kurasi. Untuk turut serta di ajang pameran furniture dan home décor berkelas Internasional, Global Sourcing Expo, di bulan Juli mendatang,” ujar Haris.

Panitia menerapkan kriteria kurasi untuk para pelaku UMKM antara lain bergerak pada industri furnitur, kerajinan tangan, tekstil dan home decor, memiliki sertifikat produk seperti Sistem Legalitas Verifikasi Kayu (SLVK). Juga memiliki kemampuan untuk memasarkan produk, spesifikasi dan kebutuhan sesuai dengan permintaan calon buyer negara tujuan ekspor.

Sepuluh mitra binaan LPEI yang telah berhasil melalui tahap kurasi yaitu PT Dekorasi Cipta Indonesia, CV Furniwell Calistaprima, Mebel Anak. Juga PT Astana Wira Karya, CV Kirana Cipta Lestari, CV Ya Sukses Kita Indonesia, PT Kayu Lima Group, CV Xhaka Art, Aninda Furniture dan CV Dollar Furniture.

Komitmen LPEI bantu UMKM mitra binaan atasi hambatan ekspor

Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI, R. Gerald Setiawan Grisanto menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan salah satu komitmen LPEI dalam menjalankan fungsinya. Sebagai fasilitator dan agregator untuk membantu para pelaku UMKM mengatasi hambatan ekspor.

“Keberhasilan ini merupakan buah dari kegiatan business matching dari LPEI dengan Atase Perdagangan Canberra di bulan Mei yang lalu. Untuk mempertemukan para pelaku usaha dengan potensial buyer khususnya di Australia. Kerja sama yang terbangun dalam Program Ekspor Bersama ini, selain bertujuan memperluas akses pasar harapannya juga  dapat membantu para pelaku UMKM dalam mengatasi hambatan ekspor,” jelas Gerald.

LPEI memiliki program rintisan ekspor baru atau Coaching Program for New Exporter (CPNE) sejak tahun 2015. Dengan tujuan menciptakan eksportir baru. Program CPNE telah diikuti oleh 3.148 pelaku usaha dari berbagai kota di Indonesia. Dan menciptakan 179 eksportir baru. Apresiasi disampaikan Atase Perdagangan Canberra kepada LPEI.

“Kami sangat mengapresiasi atas dukungan LPEI yang senantiasa mendukung kegiatan seperti ini. Semoga kolaborasi ini dapat berlangsung terus menerus dan lebih banyak lagi produk-produk lokal dapat menembus pasar Australia,” ujar Haris.