SOLO, MettaNEWS – Kadin Solo selenggarakan ziarah makam para keluarga besar yang merupakan pendahulu, pengurus, pembina dan pendiri Kadin, Jumat (25/3). Diselenggarakan selama 2 hari yakni 24 hingga 25 Maret, acara tersebut dilaksanakan pada bulan Syaban atau Ruwahan. Dalam ziarah makam tersebut, rombongan Kadin Solo juga turut berziarah ke makam ibunda Presiden RI, H. Notomihardjo dan H. Miyono Suryosardjono di Desa Mundu, Selokan.
Terbagi menjadi beberapa tempat, lokasi ziarah makam pada hari pertama, Kamis (24/3) yaitu Pemakaman Pracimoloyo, Sumbulan, Guwokajen, Delanggu, Bendan dan Mundu, Selokan. Sedangkan pada hari kedua, Jumat (25/3) rombongan Kadin Solo ziarah ke Pemakaman Bonoloyo, Pondok Pe Pesantren Al Insof, Pemakaman Untoroloyo, Purwoloyo, Bekonang dan Delingan.
Ketua Kadin Solo, Gareng S Haryanto menuturkan ziarah makam diselenggarakan untuk mengingat perjuangan para pejuang.
“Kegiatan ziarah ini diadakan agar kita tahu bahwa para pejuang yang telah mendahului kita sangatlah luar biasa. Kita harus ingat sejarah, jangan sampai melupakan kebaikan para pengurus Kadin sebelumnya,” ungkap Gareng S Haryanto, disela-sela aktivitas ziarah di Pemakaman Bonoloyo, Banjarsari, Jumat (25/3/2022).
Ia berharap untuk kepengurusan Kadin yang saat ini bisa mengetahui riwayat sejarah Kadin di Kota Solo. Baru diselenggarakan pertama kali, Gareng menyebut akan mengadakan ziarah makam setiap tahunnya.
Diikuti sebanyak 30 orang peziarah, salah satu peziarah yang juga merupakan Ketua Kompatermen Percepatan Daerah Kentingan, Wedi Asmara menyambut positif ziarah makam atau nyadran leluhur keluarga Kadin.
“Kalau dalam istilah Jawanya, kita mau nguwongke uwong. Jadi kita harus tetap peduli dengan orang-orang disekeliling kita yang sudah meninggal. Kita masih ada kepedulian, ada rasa saling memiliki. Sehingga rasa kekeluargaannya tetap kita jaga,” tutur Wedi Asmara.
Wedi berharap ziarah makam kedepannya dapat ditingkatkan. Selain itu, dengan pihak keluarga Kadin Solo juga harus saling silaturahmi.
“Tidak hanya perduli dengan mereka yang sudah meninggal, kita juga harus menjalin silaturahmi,” pungkasnya.








