Kenalkan Pajak sejak Dini, Puluhan Siswa SDII Al Abidin Antusias Ikuti Program Pajak Bertutur KPP Pratama Surakarta

oleh
pajak
DJP KPP Pratama Solo gelar Pajak Bertutur "Sadar Pajak Bukti Peduli pada Negeri" bersama puluhan siswa SDII Al Abidin SOlo, Kamis (27/7/2023) | MettaNEWS / Robertus Dhimas

SOLO, MettaNEWS – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Solo memulai gelaran Pajak Bertutur 2023 dengan tema “Sadar Pajak Bukti Peduli pada Negeri” dengan melibatkan SDII Al Abidin Solo.

Kepala KPP Pratama Solo, Herry Wirawan mengatakan Pajak Bertutur ini dilakukan secara serentak se-Indonesia di kalangan civitas akademika mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi.

“Pajak Bertutur program dari pusat secara nasional kita perkenalkan perpajakan sejak dini kepada para siswa dan mahasiswa. Termasuk manfaat dan mengapa diperlukan pajak, supaya nanti ketika dia berkarya supaya lebih familiar dan tidak lagi asing,” terang Herry usai Life From Location (LFL) bersama Radio Metta Solo FM, Kamis (27/7/2023).

Program Pajak Bertutur ini merupakan edukasi pajak yang perlu dilaksanakan secara efektif guna menjangkau wajib pajak terdaftar dan juga calon wajib pajak pada masa yang akan datang.

Melalui edukasi, generasi muda diharapkan sudah memahami pentingnya membayar pajak suatu saat nanti ketika mereka sudah berpenghasilan dan menjadi wajib pajak.

“Hampir setiap tahun kita ada supaya di dalam pendidikan itu ada topik perpajakan. Saat ini yang dijadikan sample SDII Al Abidin tapi kita ada level lain juga seperti SMP Bintang Laut kemarin kita melakukan cerdas cermat perpajakan,” kata Herry.

Civitas akademik mulai dari Dinas Pendidikan Kota Solo memberikan respon positif terkait program Pajak Bertutur. Sebagaimana pajak memberikan sumbangsih dalam dunia pendidikan yakni bantuan dana BOS sekolah, Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan juga beasiswa.

“Kita juga berkolaborasi bagaimana menanamkan perpajakan ini kepada siswa. Mudah-mudahan kita berharap para siswa dan tenaga pendidik memahami pernanan fungsi pajak dan sebagainya sehingga nanti dalam melaksanakan kewajibannya sudah tidak asing lagi,” pungkasnya.

Sadar Pajak Bukti Peduli pada Negeri

pajak
Live From Location (LFL) Radio Metta Solo FM bersama DJP KPP Pratama Solo di SDII Al Abidin SOlo, Kamis (27/7/2023) | MettaNEWS / Robertus Dhimas

Kepala sekolah SDII Al Abidin Solo, Kartika Desi menyambut baik gelaran Pajak Bertutur. Sebab ia merasa para siswa menjadi tahu akan perpajakan.

“Kami rasa ini bagus karena anak-anak belajar ilmu baru tentang pajak. Kalau kita bilang pajak itu hal yang abstrak mau menjelaskan sulit. Apalagi di pelajaran IPS ada pembelajaran tentang pajak dideskripsikan, tapi dengan adanya ilustrasi atau drama pajak kami rasa cukup bagus dalam penggunaan pajak itu untuk apa,” jelas Desi.

Ada 80 siswa kelas 3 SD yang ikut serta dalam gelaran Pajak Bertutur ini. Antusias siswa pun sangat tinggi mengingat program ini baru kali pertama digekar.

“Overall semua kegiatan berjalan lancar memuaskan semua ilustrasi bisa dipahami. Antusiasnya karena ini hal baru interestnya luar biasa kemudian ada dramanya tidak hanya sekedar presentasi. Jadi kan kalau anak-anak SD kalau hanya sekadar mendengarkan bosan,” ujarnya.

Program Pajak Bertutur ini mendukung Kurikulum Merdeka Belajar lewat pembelajaran yang tidak hanya terbatas pada based on book saja.

“Cukup memasukan ilustrasi dan dia dari pajak langsung, karena di Merdeka Belajar mereka nggak harus based on the book. Kalau misal mau mengadakan kembali ada baiknya juga kuota diperbanyak jadi setidaknya dalam satu sekolah tidak hanya satu level saja yang ikut, minimal 3 kan lumayan,” kata Desi.

Ia berharap program ini dapat memberikan nilai kejujuran dan anti kerupsi di kalangan siswa SDII Al Abidin Solo.

“Harapannya tidak hanya menginformasikan kegunaan pajak saja atau sumber pajak dari mana tapi lebih ke unsur yang berkaitan dengan pajak. Misalnya pajak itu uang yang diperuntukkan bagi rakyat, diajarkan untuk tidak mengambil yang bukan hak sendiri. Mungkin kalau kata korupsi masih awam tapi kalau kita menyampaikan tentang kejujuran mengambil barang yang bukan milik kita mudah diterima jadi mulai paham,” pungkasnya.