Kementerian ESDM Sambung 18.023 Listrik Gratis, Warga di Jawa Timur Tak Lagi Menyalur Listrik

oleh

BOJONEGORO, MettaNEWS – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalutkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada 18.022 rumah tangga tidak mampu di provinsi Jawa Timur, Minggu (16/10).

Melalui program BPBL tahun anggaran 2022 tersebut ditargetkan 80 ribu rumah tangga di Indonesia akan mendapatkan sambungan listrik gratis dari pemerintah pada tahun tahun ini. Adapun peresmian dan penyalaan pertama  program BPBL ini dilakukan di Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu (15/10).

Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Ida Nuryatin Finahari mengatakan khusus Kabupaten Bojonegoro akan mendapatkan 2.821 sambungan rumah tangga yang tersebar di 16 kecamatan.

“Data penerima manfaat BPBL ini berasal dari anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwita Sari sebagai mitra pemerintah. Untuk itu saya mengapresiasi dukungan beliau yang telah memperjuangkan penerima manfaat program BPBL untuk Kabupaten Bojonegoro dan Tuban,” kata Ida dilansir dari website resmi esdm.go.id.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwita Sari menyatakan dukungan dengan program BPBL ini. Menurutnya program ini merupakan salah satu cara DPR RI memperjuangkan apa yang menjadi kesulitan masyarakat. “Sinergi ini tolong bisa kita jaga untuk mensejahterakan masyarakat di Indonesia,” ujar Ratna.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager PT PLN (Persero) UID Jawa Timur, Lasiran mengatakan, PLN bersama dengan mitra kerja akan bergandengan tangan, bersinergi, berkolaborasi dan melangkah bersama melaksanakan program BPBL yang ditugaskan Kementerian ESDM kepada PLN.

“Program BPBL ini menjadi bukti komitmen PLN untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat tidak mampu dan listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Lasiran.

Warga Tak Lagi Menyalur Listrik

Camat Kecamatan Kanor, Agus Saipul Aris mengatakan banyak masyarakat di daerahnya yang menyalur listrik dari tetangga karena kesulitan biaya penyambungan listrik baru. Dengan adanya program BPBL ini, ia merasa warganya diperhatikan oleh pemerintah.

“Kami, Kecamatan Kanor berterima kasih kepada pemerintah, jika tidak ada yang memperhatikan masyarakat, terutama listrik, masih banyak yang menyalur karena keterbatasan dana. Ini perlu kita dukung semua,” ujar Agus.

Acara peresmian dilanjutkan dengan seremoni penyalaan pertama kepada dua rumah tangga penerima manfaat BPBL. Rumah pertama adalah milik Budiman, pria 50 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta. Usai penyalaan pertama, kegiatan dilanjutkan penyalaan di rumah Suminto, pria 44 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pekebun.

Listrik gratis ini mendapat respon positif dari warga. Salah satunya Siti Marwiah, istri Suminto mengungkapkan rasa syukurnya karena keluarganya tidak harus menyalur listrik lagi dari rumah lain. Ia menyatakan sebelumnya ia harus menyalur listrik dari orang tuanya.

“Terima kasih, saya merasa senang mendapat listrik sendiri, sekarang tidak menyalur lagi,” ujar Siti.