Kemarau Panjang Sebabkan Kekeringan, Lorin Group Kirim Bantuan Air Bersih ke Desa Krendowahono

oleh
oleh
Lorin
Lorin group salurkan air bersih | dok Lorin Hotel

SOLO, MettaNEWS – Kemarau panjang yang melanda Indonesia berdampak krisis air di beberapa daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mencatat salah satu kawasan yang paling terdampak saat ini adalah Kecamatan Gondangrejo. Lorin Group merespon situasi itu dengan mengirimkan 8 tanki air bersih berkapasitas 8.700 liter per tanki ke lokasi tersebut.

Manajemen Lorin Group menyalurkan air bersih sebanyak 69.600 liter itu dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Karanganyar. Rencananya, ribuan liter air bersih itu akan didistribusikan ke 407 kepala keluarga di desa paling terdampak krisis air, yakni di Desa Krendowahono.

“Kami melihat kemarau panjang kali ini mengakibatkan banyak daerah mengalami krisis air bersih. Termasuk di Kabupaten Karanganyar. Melalui kegiatan charity, Lorin Group ingin berkontribusi menekan dampak krisis air bersih ini. Agar tidak semakin meluas,” ungkap General Manager Lorin Solo Hotel, Lorin D’ Wangsa Hotel, dan Syariah Hotel Solo, Heri Haryosa saat penyaluran air bersih yang dipusatkan di Dukuh Sangiran, Dusun Ngrawan, Desa Krendowahono, Rabu (27/9/2023).

Tak hanya itu, kegiatan charity Lorin Group ini sekaligus menjawab arahan BPBD Jawa Tengah. Agar pihak swasta memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaannya untuk ikut menangani krisis air bersih daerahnya masing-masing. Sebab dana charity pihak swasta berpotensi mampu menyelesaikan penanganan krisis air imbas kemarau panjang ini.

“Itulah alasannya kami memilih Desa Krendowahono sebagai lokasi penyaluran air bersih. Sebab, secara lokasi, Lorin Group berada di Kabupaten Karanganyar. Sehingga kami berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Karanganyar untuk pendistribusian air bersih ke kecamatan dan desa yang paling membutuhkan,” bebernya.

Haryosa menjelaskan tanggung jawab penyelesaian masalah krisis air bersih ini tidak hanya menjadi beban pemerintah saja. Namun juga menjadi kewajiban bersama, termasuk perusahaan swasta seperti Lorin Group. Harapannya, jika selesai secara massif, upaya penanganan krisis air bersih bisa semakin optimal.

Sementara itu, Kepala Desa Krendowahono, Syarif Hidayat mengapresiasi kegiatan charity Lorin Group menyalurkan air bersih ke desanya. Sebab selama kemarau panjang ini, jumlah air bersih di desa setempat sangat terbatas. Tak hanya itu, air yang keluar di rumah-rumah warga tidak layak konsumsi. Warnanya kuning dan mengandung kapur.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga biasanya membeli air bersih. Karena air yang tersedia saat ini tidak bisa untuk memasak atau minum. Harganya Rp 5 ribu untuk 20 liter. Bagi warga desa, ini cukup memberatkan. Jadi kami sangat berterimakasih Lorin Group menyalurkan banyak air bersih ke desa kami,” pungkasnya.