Kelompok Ekraf Desa Banyuanyar dan Mahasiswa ISI Solo Gelar Pelatihan Membatik Motif Khas Desa

oleh
oleh

BOYOLALI, MettaNEWS — Kelompok Ekonomi Kreatif (Ekraf) Desa Banyuanyar bersama mahasiswa KKN Tematik Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar pelatihan membatik dan mewarnai batik motif khas Desa Banyuanyar. Kegiatan ini berlangsung di kediaman Ibu Ngatemi, Dukuh Geneng, Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Sabtu (13/12/2025).

Pelatihan ini diikuti oleh anggota Kelompok Ekraf Desa Banyuanyar dengan pendampingan langsung dari mahasiswa ISI Solo sebagai fasilitator materi. Fokus utama kegiatan adalah penguatan teknik pewarnaan batik tradisional dengan sentuhan lokal, sekaligus pengembangan motif unik berbasis potensi dan produk unggulan desa.

Berbagai motif khas desa diperkenalkan dalam pelatihan ini, di antaranya motif yang terinspirasi dari produk UMKM lokal seperti kopi, susu, jahe, hingga tawon madu. Melalui pengembangan motif tersebut, peserta diharapkan mampu memproduksi kain batik siap jual sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif desa.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian seni batik lokal yang diintegrasikan dengan elemen ekonomi desa. Selain meningkatkan keterampilan membatik anggota kelompok ekraf, pelatihan ini juga bertujuan membangun sinergi berkelanjutan antara komunitas desa dan perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi berbasis kearifan lokal.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pelatihan teknis mulai dari pewarnaan kain batik yang telah dicanting hingga proses akhir. Teknik yang diajarkan meliputi pewarnaan menggunakan zat warna remasol dengan metode mencolet dan gradasi untuk menghasilkan warna cerah dan efek alami.

Setelah proses pewarnaan, kain batik melalui tahap penguncian warna menggunakan waterglass untuk menjaga ketahanan warna agar tidak mudah luntur. Tahap akhir adalah proses ngelorot, yakni perebusan kain dengan air panas untuk menghilangkan lilin, kemudian dilanjutkan dengan pengeringan secara alami.

Melalui pelatihan ini, diharapkan batik motif khas Desa Banyuanyar dapat berkembang menjadi produk unggulan desa yang bernilai ekonomi tinggi, sekaligus menjadi identitas budaya lokal yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas.