SUKOHARJO, MettaNEWS – Paket yang meledak dan melukai seorang anggota Polresta Solo, Minggu petang kemarin, diketahui pesanan seorang warga Klaten. A, warga Klaten yang tak sempat menerima paket itu, kepada polisi mengaku memesan bubuk obat petasan untuk mengusir tikus yang merajalela di desanya.
Kasus tersebut kini ditangani Polda Jateng. Polisi telah memeriksa tujuh orang saksi, selain A dan pengirim paket S dari CV Mandiri Sujono Indramayu, beberapa polisi yang mengetahui alur kejadian paket itu dari saat disita hingga meledak di Asrama Polisi Grogol, juga ikut dimintai keterangan.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Achmad Lutfi sudah menyebut, ledakan tersebut sama sekali tidak terkait dengan kasus terorisme. Dugaan sementara, peristiwa ini terjadi akibat kelalaian polisi dalam menangani barang bukti.
“Paket itu dikirim online dari Indramayu ke Klaten, namun dicegat oleh aparat Polresta Solo. Penyitaan barang bukti tercatat di registrasi Polresta, namun entah bagaimana barang buktinya malah ada di rumah polisi yang melaksanakan operasi, dalam hal ini Bripka Dirgantara Pradipta yang belum bisa kita mintai keterangan karena masih dalam perawatan,” ujarnya Minggu (25/9/2022) malam.
Kapolda menyebut, sisa material yang tidak ikut meledak berupa enam kantong plastik bubuk hitam bersama sumbu. Empat kantong langsung dimusnahkan oleh tim Gegana Brimob pada Minggu malam, sedangkan dua kemasan sisanya diamankan sebagai barang bukti.
Hingga Senin, penyidikan kasus ini belum ada perkembangan yang berarti. Dari pengamatan MettaNews, garis polisi yang dipasang di tempat kejadian di kompleks Asrama Polisi Arumbara Jalan Larasati Nomor AA 12, Desa Telukan, Grogol, Sukoharjo, telah dilepas. Aktivitas warga sekitar juga tampak kembali normal.
“Kemarin kejadiannya sehabis mahgrib. Ledakannya cukup kencang, semua kaca jendela bergetar keras, dan tampak asap hitam tebal dari arah asrama. Beberapa tetangga di sini ketakutan, ada yang sampai meninggalkan kompleks untuk mengamankan diri dengan kendaraannya,” tutur Hening, salah satu warga yang berada di luar asrama polisi.







