Kampanye Damai, Relawan Kipasan Prabowo – Gibran Bantu 40 Becak Listrik dan Gerobag Sampah di Pasar Legi Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Relawan Kipasan (Kemenangan Indonesia Untuk Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka) menyalurkan 40 becak listrik di Kota Solo, Kamis (8/2/2024).

Kipasan juga menggandeng Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyerahkan gerobag sampah untuk Pasar Legi Solo.

Puluhan penarik becak ini menjajal becak listrik dari edutorium UMS Colomadu menuju ke Lokananta. Selanjutnya mereka parade melewati flyover Purwosari untuk menjajal ketangguhan transportasi ini.

Dewan pembina Kipasan, Putri Kuswisnu Wardani menyampaikan penerima bantuan untuk penarik becak yang berusia lanjut.

“Ini merupakan salah satu program energi baru terbarukan, kita mencoba menjajal launching becak listrik, program Pak Prabowo dan Mas Gibran. Yaitu melanggengkan pekerjaan para pengayuh becak. Tapi membuatnya lebih manusiawi dengan menggunakan motor dari listrik yang ramah lingkungan. Kami juga mengunjungi pasar tradisional. Para pedagang pasar juga melakukan deklarasi mendukung paslon Prabowo-Gibran,” jelas Putri di halaman Pasar Legi Solo, Kamis (8/2/2024).

Turut dalam blusukan pasar, dua Putri Indonesia yang juga anggota muda Kipasan, Farhana Nariswari, dan Yasinta Aurelia. Mereka menyerahkan gerobag sampah dan berbelanja di pasar tradisional tersebut.

Putri mengatakan saat ini trial 40 becak yang untuk selanjutnya akan lebih disempurnakan. Dan secara bergulir akan ada program lanjutan.

“Kami juga melakukan edukasi pilah sampah di Pasar Legi. Agar bisa bermanfaat untuk energi lagi. Mas Gibran di Solo punya teknologi sampah menjadi listrik. Selama ini mungkin para pedagang belum memahami sampah mereka bisa bermanfaat, di daur ulang,” bebernya.

Putri menyebut untuk bantuan becak listrik menyasar pada penarik becak berusia lanjut.

“Saai ini kita berada pada titik era di mana segala sesuatu yang berbau budaya, tradisional harus bersinggungan dengan nilai moderen teknologi. Kita tahu banyak ojek online yang tentunya menjadi pesaing pengayuh becak. Ini kita juga membantu supaya becak listrik bisa bersaing dengan teman-temannya online transportasion,” tegasnya.

Inisiator becak listrik, Nanik S Deyang teknologi moda transportasi ini menjadi yang pertama di Indonesia bahkan mungkin di dunia.

“Ini merupakan kepedulian Prabowo dan kawan-kawan relawan yang sudah memikirkan beberapa tahun yang lalu. Program ini akan terus kita mitrakan dengan tukang becak. Bukan hanya pada masa kampanye tapi setelah ini terus berlanjut,” ujarnya.

Ninik menyebut program becak listrik ini bersifat kemitraan. Karena kepedulian Prabowo melihat banyak tukang becak tua yang masih mengayuh becak.

Sehingga tahap pertama ini untuk usia 65 tahun ke atas. Yang sudah di distribusi di Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Tulungagung, Jombang, Solo, Cirebon, Pekalongan.

“Ini bukan program kampanye tapi program kemanusiaan,” tegasnya.

Salah seorang pengayuh becak, Daliman (71 tahun) mengaku senang mendapat bantuan becak listrik ini.

“Bagus dan kuat. Tadi kami muter-muter dari Edupark ke Lokananta lanjut ke Pasar Legi. Tadi sekalian nyoba buat nanjak di flyover Purwosari juga kuat. Meringankan kami sebagai pengayuh becak,” tutupnya.