Jokowi Siap Layani Gugatan Wanprestasi Terkait Mobil Esemka

oleh
oleh
Jokowi siap hadapi gugatan wanprestasi produksi mobil Esemka, Jumat (11/4/2025) | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menyatakan siap menghadapi gugatan wanprestasi terkait batalnya produksi mobil Esemka. Gugatan tersebut diajukan oleh warga Solo, Aufaa Luqmana Re A, ke Pengadilan Negeri (PN) Solo dan telah dijadwalkan sidang perdananya pada 24 April 2025 mendatang.

“Ya, nanti ditanyakan ke pengacara karena sudah kami serahkan semuanya ke pengacara,” ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (11/4/2025).

Aufaa diketahui merupakan anak dari Boyamin Saiman, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI). Selain Jokowi, turut digugat Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin dan PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), perusahaan yang memproduksi mobil Esemka. Jokowi menegaskan akan menghormati proses hukum.

“Bukan kasus lama, ini bukan kasus sebetulnya. Ya, tapi harus tetap dilayani gugatan. Karena ini negara hukum, semuanya sama di mata hukum. Ya ada gugatan ya dilayani,” tegasnya.

Jokowi belum memastikan apakah akan hadir langsung ke sidang atau menunjuk perwakilan dari kuasa hukumnya.

“Nanti, saya belum konsultasi dengan pengacara,” ujarnya.

Terkait penunjukan kuasa hukum, Jokowi menyampaikan bahwa kasus ini ditangani oleh tim pengacara berbeda dari perkara dugaan ijazah palsu yang tengah bergulir.

“Urusan yang berbeda oleh pengacara yang berbeda,” jelasnya.

Menanggapi tudingan bahwa pabrik Esemka tak lagi beroperasi, Jokowi menggarisbawahi bahwa Esemka sejak awal merupakan inisiatif swasta. Ia menyatakan peran pemerintah hanya sebatas mendukung dan memfasilitasi karya anak-anak SMK.

“Waktu itu saya wali kota, kami hanya mendorong hasil karya anak-anak SMK, ajak uji emisi. Tapi setelah itu, apakah ada yang mau investasi atau tidak, itu sudah urusan lain. Pemerintah hanya menjembatani,” kata Jokowi.

Ia menilai sektor otomotif merupakan industri dengan tantangan besar, mulai dari daya saing produk, harga, hingga layanan purnajual.

“Investasi di bidang otomotif itu enggak gampang. Banyak merek besar saja bisa tutup,” imbuhnya.

Meski begitu, Jokowi tetap berharap Esemka bisa berkembang dan memproduksi lebih banyak kendaraan. “Kalau bisa produksi lebih banyak, bagus. Bisa serap tenaga kerja, dukung produk lokal. Tapi sekali lagi, ini urusan swasta,” pungkasnya.