BOYOLALI, MettaNEWS – Ibadah haji tahun 2022 ini kembali diselenggarakan, jasa perbaikan tas di dalam Asrama Haji Donohudan Embarkasi Solo kembali didatangi oleh para jemaah calon haji yang masih menunggu untuk berangkat ke tanah suci.
Banyak jemaah calon haji yang meminta untuk memperkuat tali tas, agar tidak putus saat melakoni ibadah di tanah suci. Karena hal tersebut para perajin jasa service tas haji pun kembali bisa meraup berkah setelah dua tahun libur karena pandemi covid-19.
Salah satu pemilik jasa reparasi tas di Asrama Haji Donohudan Febrinato (50) mengungkapkan, ia telah melakoni usaha tersebut selama 12 tahun yakni dari 2010.
“Biasanya yang diservis itu tas selempang kecil dan koper, untuk tas kecil biasanya pengait tali selempang itu lepas2, tapi sebenarnya untuk kerusakan itu relatif sedikit tapi calon haji biasanya ingin tas yang mereka miliki itu diperkuat. Yang awalnya tipis diganti dengan yang tebal dan kuat, ” ungkap warga asli Donohudan itu.
Febrinato juga mengatakan hal tersebut sudah tradisi dari lama, ada pula anjuran untuk itu, untuk tas asli buatan pabrik sebenarnya sudah bagus, tapi kebanyakan orang pinginnya lebih mantap.
“Kita juga menyediakan banyak pilihan warna, sesuai keinginan mereka misal ingin agar beda dan bisa dilihat dari kejauhan, mereka bisa pilih warna cerah yang mereka senangi,” ujarnya.
Selain itu pada lapak yang bertempat di depan gedung arafah itu juga menyediakan tas selempang dengan ukuran yang lebih besar dari pada yang di bagikan untuk calon jemaah.
“Untuk penggantian tali selempang itu kami dibanderol dengan harga Rp 30 ribu dan untuk servis penguatan koper Rp 25 ribu, nah untuk tas selempang baru yang lebih besar ini kami jual Rp 150 ribu,” paparnya.
Febrinato mengaku, untuk omset pada tahun ini jauh sangat berkurang, dikarena situasi ekonomi yang belum pulih yang mungkin sangat berpengaruh, terlebih lagi selama 2 tahun tidak ada aktivitas karena pandemi Covid-19.
Sementara itu, Jemaah Calon Haji, Dariono warga semarang yang sedang service tas miliknya mengatakan, hal ini ia lakukan untuk berjaga-jaga saat di tanah suci
“Selain itu ya biar lebih praktis dan lebih kuat, saya juga mengantisipasi saja lah kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi bukan saya berfikiran yang tidak-tidak tapi setidaknya mengantisipasi karena jika sampai rusak di sana nanti jadi repot sendiri,” ungkapnya.
Dia mengaku sebelumnya ia mendapatkan banyak kabar kerusakan terutama yang talinya putus.
“mungkin karena nariknya terlalu kuat, kalau menurut saya kualitas (dari pabrik) masih kurang jadi saya upgrade biar lebih kuat,” pungkasnya.







