Jadi Satu-satunya Siswa, Ini Alasan Giyanto Tetap Sekolahkan Azzam di SDN 197 Sriwedari

oleh

SOLO, MettaNEWS – SDN 197 Sriwedari Solo hanya memiliki satu murid baru di tahun ini. Sebelumnya hanya ada 2 pendaftar di masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang telah ditutup pada 27 Juni lalu. Itu pun satu pendaftar lainnya menjadikan SDN 197 Sriwedari sebagai pilihan kedua.

Tiba waktunya pengumuman PPDB, SDN 197 Sriwedari hanya mendapat satu calon siswa yang tetap bertahan di. Ia adalah Azzam Maruf Bi Qolbi (Azzam). Orang tua Azzam(7), Giyanto mantap memilih SDN 197 Sriwedari untuk anak-anaknya menganyam pendidikan dasar.

Alasannya, SDN 197 Sriwedari merupakan tempat ia bekerja sebagai tenaga operator sekolah. Sehingga pihaknya telah yakin memasukkan anak-anaknya di SD ini. Pun sang kakak, Ukhti (10) juga bersekolah di tempat yang sama dengan Azzam.

“Alasan memilih sekolah SDN Sriwedari 197 sudah berlaku di kakak-kakaknya dulu, kalau saya mau memasukkan anak pasti ditempat saya bekerja, memudahkan transportasi antar jemput, saya bisa mengawasi,” beber Giyanto kepada MettaNEWS, Senin (11/7/2022).

Telah mengerti kualitas tenaga pendidik di lingkungan kerjanya, Giyanto tak khawatir dengan Azzam meski menjadi murid baru satu-satunya di SDN 197 Sriwedari.

“Saya sudah mengenal karakter tenaga pendidik di wilayah yang sudah saya tempati, dari awal saya mempercayakan bisa membimbing anak saya dengan baik,” ungkapnya.

Giyanto telah menjadikan SDN 197 Sriwedari sebagai pilihan pertama pendaftaran PPDB untuk Azzam lewat jalur afirmasi. Sebagai operator, ia pun telah memprediksi sepinya pendaftar.

“Sudah memprediksi kalau sendiri, (jalur) zonasi saya pantau hari pertama pendaftaran sampai akhir nihil hanya ada dua pendaftar sini pilihan kedua otomatis dia akan diterima pilihan pertama,” terang laki-laki 40 tahun itu.

Tetap bersikukuh mendaftarkan Azzam di sekolah dasar yang terletak di Jalan Kebangkitan Nasional, Laweyan, sebagai langkah kali kedua Giyanto mantap menyekolahkan sang anak. Tak masalah baginya meski Azzam hanya menjadi satu murid di SDN 197 Sriwedari, dirinya optimis Azzam dapat belajar dengan baik.

“Pengawasan dari ibundanya memberi semangat support, meskipun hanya dua orang nanti setelah istirahat akan bersosialisasi dengan teman-teman yang lain, kakaknya juga,” katanya.

Diungkapkan Giyanto, sebelum sekolah di mulai pada Senin lalu, Azzam begitu bersemangat untuk pergi ke sekolah.

“Anaknya aktif 5 hari menjelang masuk sudah menanyakan terus sudah dihitung sampai masuk, sebelumnya TK tidak setiap hari masuk, masa pandemi seminggu sekali,” ungkapnya.

Sebelumnya, Azzam telah mengenyam pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK) Siwi Peni Sriwedari selama 1 tahun. Meski tak setiap hari masuk, Azzam tetap belajar lewat YouTube. Hal ini menjadikan Azzam sebagai anak yang lebih menyukai pelajaran berhitung.

“Banyak belajar lewat YouTube menghitung membaca, peralatan sekolah sudah disiapkan sejak Jumat anaknya juga nggak banyak pengin apa yang diberikan orangtua sudah senang, akademik suka berhitung rada ingin tahu tinggi,” ucapnya.

Alasan lain, dikatakan Giyanto Azzam butuh pengawasan khusus lantaran sang anak memiliki sedikit kelainan di bagian tangan.

“Sudah daftar sini pilihan satu tanpa pilihan 2 dari awal sudah merencanakan di sini anak saya butuh perawatan dan pengawasan,” ucapnya.

“Kelainan sedikit sejak lahir kalau di kelas satu dua masih bisa terarah kalau bangak siswanya saya khawatir anak saya kurang diperhatikan sudah saya pikirkan anak saya jangan sampai kena tangannya,“ tutupnya.