Jadi Penguji, Anies Baswedan Ikut Luluskan Mahasiswa Pascasarjana ISI Solo Tunarungu Pertama Bergelar Doktor

oleh
Anies Baswedan
Calon Presiden (Capres) NasDem, Anies Baswedan menghadiri Gelar Karya dan Sidang Terbuka Pertanggungjawaban Disertasi Karya Seni Promosi Doktor Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Kota Solo, Muhammad Fauzi ke Kota Solo, Senin (11/6/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Calon Presiden (Capres) NasDem, Anies Baswedan menghadiri Gelar Karya dan Sidang Terbuka Pertanggungjawaban Disertasi Karya Seni Promosi Doktor Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Kota Solo, Muhammad Fauzi, Senin (11/6/2023).

Anies menjadi salah satu dewan penguji dalam sidang yang berlangsung selama 4 jam itu. Rektor ISI Solo, Dr. I Nyoman Sukerna usai ujian terbuka membeberkan alasannya memilih Anies Baswedan sebagai penguji.

Salah satu pengujinya bapak Anies Baswedan menjadi kebanggaan bagi kami ISI Solo ingin mendapatkan pengakuan masyarakat meluluskan salah satu pascasarjananya,” ujar I Nyoman.

Muhammad Fauzi kemudian dinyatakan lulus dalam sidang terbuka pascasarjana dengan predikat cumlaude. Ia pun menjadi lulusan difabel pertama yang lulus dari ISI Solo dengan gelar Doktor Seni Rupa.

“Pada sore ini ISI Solo melaksanakan ujian terbuka atas nama Muhammad Fauzi dan sudah dinyatakan lulus dengan cumlaude. Kami merasa bangga, dan senang hati beliau adalah salah satu penyandang difabel yang pertama kami luluskan,” tukasnya.

Anies Baswedan mengucapkan terimakasih ke ISI Solo yang telah meluluskan Muhammad Fauzi untuk mendapatkan kesetaraan di dalam jenjang pendidikan sampai bisa mendapatkan gelar doktor.

“Fauzi telah menunujukkan kepada kita bahwa yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas adalah kesetaraan kesempatan. Ketika kesetaraan kesempatan itu ada maka mereka bisa berprestasi bisa menghasilkan karya yang luar biasa,” papar Anies.

Anies memuji cara Fauzi menunjukkan bagaimana sebagai teman tuli mengandalkan pada refleksi dan cahaya untuk menghasilkan karya-karya fotografi yang luar biasa.

“Yang unik bukan saja aspek pemotretannya tapi juga aspek rekayasa bahasa isyarat yang menjadi subjek foto-fotonya mengambil gerakan tangan bahasa isyarat,” katanya.

Anies terpukau dengan cara Fauzi berkreasi melalui bahasa isyarat tangan sebagai subjek dijadikan fokus dan menggunakan fotografi untuk mengungkapkannya.

“Hasilnya luar biasa memakai motode yang unik ada unsur perenungan perwujudan ini adalah karya luar biasa bisa ikut menilai melihat dari dekat,” ujarnya.

Menurutnya teman tuli dan penyandang disabilitas lain membutuhkan fasilitas dan perhatian negara. Selain disabilitas Anies menyebut ada tiga komponen yanh patut mendapat perhatian khusus.

“Satu penyandang disabilitas, dua ibu hamil dan perempuan, tiga anak-anak. Empat lansia yang lainnya akan diperhatikan. Apabila empat ini jadi perhatian, karena itu kita punya contoh Doktor Fauzi menjadi penerobos,” paparnya.

Tak lupa Anies mengucapkan selamat kepada  Fauzi dan orangtua yang telah mendidik anaknya yang miliki disabilitas tuli sehingga bisa menjadi anak pertama yang lulus Doktor ISI Solo.

“Insyaallah sesudah ini akan banyak yang menyusul. Kepada ISI terimakasih atas apresiasi mudah-mudahan akan lebih banyak lagi pembimbing pascasarjana kampus yang mau memberikan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas. Salut kepada ISI Solo,” pungkasnya.