SOLO, MettaNEWS – Prediksi resesi ekonomi global yang akan melanda dunia tahun depan disebut ahli perhotelan Dicky Sumarsono bisa menjadi peluang besar tentunya dengan persiapan matang.
Founder & CEO Azana Hotels & Resorts Management ini meyakini bahwa bisnis hotel di tahun 2023 justru akan tetap tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 – 2022. Hal ini dikarenakan beberapa faktor penunjang seperti bisnis hotel termasuk ke dalam pent up demand industry, dimana kondisi permintaan kegiatan di hotel yang meningkat secara drastis karena adanya keinginan terpendam dari masyarakat selama hampir 3 tahun.
“Kegiatan online seperti meeting, seminar, conference, dan lain-lain yang sudah mulai kembali lagi ke offline. Apalagi sebagian besar masyarakat Indonesia senang bersosialisasi dan berkegiatan. Ini potensi untuk bisnis hotel,” jelas Dicky.
Menurut Dicky, munculnya pertumbuhan pasar baru yang sangat significant di industri hotel seperti NEWA (nature, eco, wellness, dan adventure) market, muslim market, digital nomad, milenial market, goverment dan lain-lain yang sizenya semakin besar dan mereka menggunakan hotel sebagai tempat untuk berkegiatan.
“Jangan lupa juga, populasi penduduk Indonesia yang lebih dari 270 juta jiwa yang menjadikan Indonesia memiliki pangsa pasar yang besar,” ujar Dicky.
Penulis buku kunci keberhasilan perhotelan ini menyebut bisnis hotel pun telah berevolusi, banyak pemain-pemain baru yang mulai menciptakan demand dari yang tadinya tidak ada menjadi ada, dan dari tadinya tidak butuh, menjadi butuh.
Mereka juga sudah mulai cerdas membaca situasi, waktu yang tepat, serta produk dan servis yang dibutuhkan di tahun depan.
“Konsep hotel baru yang bermuculan dan akan laris manis di tahun depan antara lain adalah hotel yang berkonsep glamping, villa dengan kolam renang pribadi, luxury convention hotel yang memiliki fasilitas lengkap dengan kelas bintang 5, thematic budget hotel, dan thematic butique hotel,” tandas Dicky.
Konsep-konsep hotel seperti itulah lanjut Dicky, yang dijamin akan menjadi pilihan di tahun 2023 selama lokasi, konsep dan investasinya tepat.
“Intinya jika kita berfikir paradok justru dibalik makna disrupsi inflasi tersebut akan banyak muncul peluang yang luar biasa,” tegasnya.
Tidak hanya optimis, Dicky juga menjelaskan apa saja strategi yang harus dilakukan oleh pebisnis dan leader hotel di tahun 2023.
“Tetep gaspol dengan kepekaan terhadap customer centricity, cost leadership, dan inovasi. Mengaktifkan ekosistem customer untuk berperan lebih besar lagi. Mengubah bisnis model yang lebih relevan dengan kondisi pasar. Terus berkolaborasi untuk memperkuat network dan menambah traffic. Fokus menyasar ke fat market size saja. Menerapkan flexibilitas yang tinggi terhadap customer needs, harga dan juga benefit. Kreatif menciptakan multiple produk untuk existing customer,” pungkasnya.








