Indahnya Toleransi di Kampung Mutihan, Umat Hindu Solo Bagikan Takjil Penghujung Ramadan

oleh
PHDI Solo
PHDI Solo bagikan takjil gratis di halaman Pura Indra Prasta, Sabtu (30/4/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Menjelang Hari Raya Lebaran 1443 H yang kurang sehari lagi, umat Hindu di Solo menggelar kegiatan berbagi takjil gratis di halaman Pura Indra Prasta, Sondakan, Sabtu, (30/4).

Membagikan 250 takjil ke warga yang berada di Kampung Mutihan RT 5 RW 11, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, kegaitan ini berlangsung sejak pukul 15.30 WIB.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Solo, Ida Bagus Komang Sarnawa menyebut pihaknya turut berbagi kebahagiaan di masa puasa Ramadan.

“Dalam rangka puasa kami membagikan takjil dengan kaitannya toleransi. Semua unsur agama kita toleransi. Jadi kami merasakan kebahagiaan dengan warga di sekitar Pura. Apalagi Pura ini berdekatan dengan masjid, sehingga kami peduli (dengan umat muslim) karena mereka juga peduli dengan kami (umat Hindu),” jelas Ida Bagus Komang Sarnawa, Sabtu (30/4/2022).

Adanya rasa kepedulian antar sesama seperti umat antar agama, maka pihaknya menginisiasi kegiatan berbagi takjil gratis.

“Membagikan sesuatu itu bukan dinilai dari isinya. Tapi dinilai dari rasa kebersamaan. Kami merasakan kebersamaan,” ucapnya.

Sebanyak 15 umat Hindu turut mensukseskan kegaitan berbagi paket takjil yang berisi kolak, nasi, snack dan mineral. Menyambut baik hal ini, umat muslim pun turut menbantu proses persiapan. Ida Bagus menyebut tanggapan warga sekitar sangatlah luar biasa dan berharap hal semacam ini diadakan setiap waktu.

“Ada pak RT tadi yang membantu. Karena kita berdekatan dengan RT 4,5 dan 6. Beliau antusias sekali. Sedangkan dari Linmas dan Babinkamtibmas juga. Karena kegiatan ini adalah kegiatan kemanusiaan, saling hornat menghormati itu tidak ada permasalahan-permasalahan timbul,” jelasnya.

Ida Bagus menyebut, warga umat muslim pun mengucapkan rasa terimakasih kepada para pengurus PHDI seperti guru agama, penyuluh dan Serati Banten. Dimana Serati Banten adalah sosok yang membuat sesajen.

Kampung Mutihan yang memiliki rasa toleransi yang dijunjung tinggi, pihaknya menyebut setiap agama yang diantut memiliki keyakinannya masing-masing.

“Agama mu agama ku, agama ku agama mu. Dalam arti jangan memandang sebelah pihak. Kita sama, tujuannya sama, kebhinekaan. Sehingga toleransi ini, apapun yang dia kerjakan dia menghormati kami, kami pun sebaliknya,” tutur Ida Bagus.

Adanya toleransi yang terjalin baik disetiap perayaan antar umat beragama di Kampung Mutihan, Ida Bagus menuturkan saat Hari Raya Nyepi di Pura Indra Prasta, umat muslim turut membantu menjaga ketertiban.

PHDI Solo
Antusiasme warga saat PHDI Solo bagikan takjil gratis di halaman depan Pura Indra Prasta, Sondakan, Solo, Sabtu (30/4/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

“Mereka (umat muslim) ikut menjaga parkir, menjaga kemanana juga disini. Itulau wujud kita kembali toleransi juga. Kami tidak hanya melaksanakan ibadah saja disini tapi juga ada toleransi ketika umat lain sedang beribadah,” jelasnya.

Tempat peribadatan yang berdekatan di Kampung Mutihan tidak mengganggu prosesi keagamaan masing-masing. Ida Bagus menyebut saat umat muslim sedang melakukan ibadah tarawih maka pihaknya mendukung jalannya ibadah dengan meniadakan ibadah di Pura di waktu ya g bersamaan. Seperti ketika saat azan maka ibadah di Pura akan berhenti sejenak.

“Kami sudah seperti keluarga. Keterbukaan yang kaitannya dengan toleransi. Kalau ada apa-apa kami komunikasi. Tidak ada masalah. Kami saling meminta tolong dengan cara komunikan yang baik. Berbeda-beda tapi tujuannya sama, jangan ada sampai ada perpecahan. Inilah wujud ya kebhinekaan,” terangnya.

Memiliki semboyan Bhinna ika tunggal ika, tan hana dharma mangrwa yang berarti berbeda-beda itu indah, tapi hendaklah tujuannya hanya satu, tak ada yang benar dua yang benar itu hanya satu.

“Umat Hindu di ‘ Solo semuanya kurang lebih berjumlah 500an. Solo Baru, Kartasura, Gonilan kumudian Palur itu ribuan jadinya. Kalau kami sembahnyang disini penuh pas hari raya. Kapasitas sekitar 600an,” ucapnya.

Dengan diizinkannya peribadatan yang bisa digelar di masa pandemi yang sudah mulai mereda. Pihaknya sangat merasa bersyukur sehingga kegiatan sosial seperti berbagi takjil bisa terlaksana. Pihaknya pun juga berharap dengan kondisi semacam itu segala hal seperti ekonomi, kesehatan dapat bangkit kembali.

“Kondisi seperti ini kami bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman,” tukasnya.