INVASI Rusia dan Ukraina yang terjadi sejak Kamis, (24/02/2022) lalu menyebabkan kerjasama produksi mobil BMW dengan perusahaan manufaktur Avtotor yang berlokasi di Kaliningrad Oblast, Rusia terhenti. Perusahan manufaktur yang merakit mobil dari kit semi-knocked-down (SKD) terhenti karena situasi geopolitik yang belum usai.
Pabrik yang berada di Kaliningrad itu akan meningkatkan ingkatkan akomodasi siklus produksi penuh, tidak hanya kit SKD untuk model terlaris di Rusia: BMW Seri 5, X5, X6, dan X7.
Perwakilan perusahaan Avtator, dalam pernyataan yang dibuatnya kepada kantor berita Reuters, mengatakan merk mobil pabrikan Jerman tersebut juga melakukan penghentian ekspor mobil ke Rusia dengan alasan yang sama.
“Kami mengutuk agresi terhadap Ukraina dan mengikuti perkembangan dengan sangat prihatin dan cemas,” ujar juru bicara BMW, mengatakan kepada The Wall Street Journal belum lama ini.
Melansir dari id.motor1.com, diperkirakan akan terjadi kemacetan produksi di beberpa pabrik lain selain Rusia. Hal ini karena beberapa pemasok yang berbasis di Ukraina dilanda perang.
Keputusan BMW untuk menghentikan produksi sementara mobil BMW di Rusia setelah adanya pembaharuan kemitraan dengan perusahaan manufaktur mobil Avtotor hingga 2028.
Ketika pengumuman itu dibuat pada pertengahan Februari lalu,setidaknya investasi senilai 32 miliar RUB (Rubel) mewakili sekitar 414 juta dolar Amerika Serikat (AS) telah anjlok.
Nilai Rubel Rusia tersebut telah turun drastis dalam beberapa hari terakhir menyusul sanksi yang diterapkan oleh Uni Eropa. Anjlok drastis, RUB 32 miliar tersebut saat ini hanya bernilai 300 juta dolar AS.
Tidak hanya bekerjasama dengan BMW, Avtotor juga melakukan bisnis dengan prusahaan manufaktur mobil Kia dan Hyundai setelah mengakhiri perjanjian sebelumnya dengan 2 perusahaan manufaktur mobil Chery Automobile dan General Motors.
Model seperti Cadillac Escalade dan Hummer H2 pernah dibuat di pabrik Kaliningrad sebelum akhirnya kerja sama dengan General Motors berakhir pada tahun 2015.








