Imbas Demo, Kemenag Solo Terapkan Pembelajaran Daring di Madrasah 1–2 September, Pastikan Layanan Tetap Optimal

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Kementerian Agama (Kemenag) Surakarta memastikan pelayanan pendidikan di madrasah tetap berjalan optimal meskipun ada penyesuaian sistem pembelajaran pada 1–2 September 2025.

Kebijakan tersebut diterbitkan melalui Surat Edaran Sekjen Kemenag Nomor 28 Tahun 2025 yang mengatur pembelajaran dilakukan secara daring.

Langkah ini diambil untuk menjamin keamanan, kenyamanan, sekaligus efektivitas proses belajar mengajar di tengah dinamika sosial yang terjadi di masyarakat.

“Kami ingin memastikan siswa tetap belajar, merasa aman, dan orang tua juga nyaman,” jelas Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun.

Sekolah di bawah Kemenag meliputi RA (33), MI (11), MTS (8), MA (5) dengan jumlah total 57 sekolah.

Ulin menyebut seluruh kepala madrasah, wali kelas, hingga pengawas pendidikan diminta menjalankan arahan sesuai ketentuan.

“Wali kelas diminta aktif berkoordinasi dengan wali murid agar proses pembelajaran daring tetap terpantau dengan baik,” tandasnya.

Kemenag juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua. Mereka diimbau untuk mengawasi aktivitas anak, baik saat belajar maupun penggunaan media sosial.

“Ajakan penyampaian aspirasi kadang lewat medsos, maka perlu diawasi dengan bijak,” lanjut Ulin.

Selain belajar daring, siswa diimbau memulai aktivitas positif sejak pagi, seperti mengaji atau belajar bersama di rumah.

“Kami harapkan dengan langkah ini dapat memperkuat ikatan batin antara siswa, orang tua, dan guru,” pungkasnya.