SOLO, Metta NEWS – Sejak diluncurkan Kick Of Penukaran Uang pada 1 April 2022 di Pasar Legi Solo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo mengungkapkan uang yang sudah ditukarkan oleh masyarakat sudah mencapai angka Rp 2.5 triliun.
Tahun ini Joko memprediksi total jumlah penukaran uang baru untuk kebutuhan Lebaran di angka Rp 4.9 triliun. Angka ini meningkat dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp 4.3 triliun.
“Data sampai dengan kemarin itu sudah mencapai sekitar Rp 2.5 triliun. Kebiasaan masyarakat kita di awal penukaran itu memang lambat karena belum terima THR (Tunjangan Hari Raya). Minggu terakhir nanti biasanya terjadi kenaikan karena biasanya THR sudah cair,” jelas Joko di sela-sela kegiatan pasar murah TPID di Pendhapi Gedhe Balaikota Solo, Kamis (21/4/2022).
Tahun ini, Bank Indonesia Solo menyiapkan 191 lokasi penukaran uang di wilayah Surakarta dan sekitarnya yang meliputi kantor bank, kantor Pegadaian dan juga Kantor Pos.
“Kami juga menyiapkan 7 mobil kas keliling untuk melayani masyarakat yang tidak sempat tukar uang di 191 kantor jaringan tersebut,” ungkap Joko.
Dari data, Joko menyebut pecahan uang baru yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah pecahan 5 dan 10 ribu rupiah.
“Kalau dulu banyak yang tukar uang 2 ribuan, tapi mungkin sekarang anak kecil sudah tidak mau diberi uang 2 ribuan ya,” kata Joko.

Selain menukar uang, di beberapa lokasi penukaran juga disiapkan sentra vaksinasi booster yang keliling di beberapa tempat.
Dengan hadirnya mobil kas keliling tersebut, Joko menyebut lebih memudahkan masyarakat dalam menukarkan uang.
“Masyarakat bisa memilih mau menggunakan penukaran uang yang resmi, gratis tanpa biaya apapun juga tidak antre dan terjamin keamanan dan keaslian uangnya atau di luaran yang menggunakan biaya tambahan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Joko menyebut persediaan uang baru sebanyak Rp 4.9 triliun hanya prediksi dan bisa ditambah sesuai kebutuhan jika memang masih kurang.
Secara nasional Joko mengungkapkan Bank Indonesia menyiapkan sekira Rp 175 triliun dan sekitar 5 triliun untuk persediaan masyarakat di Solo Raya.
“Yang kita siapkan Rp 4.9 triliun, tapi kalau permintaan masyarakat lebih banyak ya nggak masalah. Jangan khawatir jika masih kurang bisa diambilkan dari kantor BI Semarang atau bahkan dari pusat di Jakarta,” pungkasnya.








