SOLO, MettaNEWS – Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dian Renita menyebut, lembaga pendidikan non formal PKBM Syifa bisa menjadi role model atau contoh bagi lembaga lainnya. Kadinas pendidikan menyampaikan hal tersebut pada puncak Harlah ke-25 PKBM Syifa, Sabtu (11/5/2024).
“Mencapai 25 tahun, hari ini bukti salah satunya di pendidikan non formal bisa maju. PKBM Syifa adalah role model dan bisa menjadi contoh PKBM lainnya,” jelas Dian usai pembukaan workshop untuk anak didik PKBM Syifa.
Dian mengatakan, PKBM Syifa dalam usia ke 25 sudah bisa merangkai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Jalur pendidikan ada 2 yakni formal dan non formal. Pendidikan non formal khususnya untuk Kejar Paket A, B, C tidak berbeda statusnya dengan pendidikan formal. Kami terus mensuport PKBM untuk mengelola pendidikan Kejar Paket sesuai standar,” ujar Dian.
Keberadaan PKBM lanjut Dian merupakan salah satu sendi, lini yang mensuport pemerintah menuntaskan pendidikan.
“Teman-teman pkbm adalah pejuang-pejuang tanpa tanda jasa untuk mengentaskan pendidikan anak-anak kita. Suport saya dan terima kasih sudah 25 tahun berkiprah. Kami dari Diknas selalu siap mendampingi dan mensuport proses PKBM Syifa,” tegas Dian.

Puncak harlah PKBM Syifa, Time Travel : A Feast For Ou 25th ANNIVERSARY adalah workshop bagi anak didik yang berlangsung di Sahid Jaya Hotel, Sabtu (11/5/2024).
Workshop mengangkat Tema “Peran Self Leadership terhadap Generasi Masa Depan“.
Kepala PKBM Syifa Puri Setianingtyas menjelaskan, workshop bertujuan untuk memberikan semangat, inspirasi, menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Serta menumbuhkan motivasi bagi anak didik. Agar apa yang anak didik cita-citakan bisa tercapai. Dan
menjadi generasi yang berkualitas didasari iman dan taqwa untuk menghadapi segala rintangan dan tantangan didepan.
“Sedangkan tujuannya untuk dunia pendidikan agar generasi penerus ini dapat terus berkembang. Untuk meningkatkan kualitas belajar, kecerdasan dan kreatifitas berpikir, mandiri,tangguh. Untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Selain itu juga bisa menjadi pemimpin di masa depan. Agar dapat
berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan baik di Indonesia maupun berkiprah di kancah Internasional,” paparnya.
PKBM Syifa juga menggandeng perwakilan UMKM yakni Solo PRENEUR untuk menambah kaya pengetahuan siswa.
Founder Solopreneur Maliyana Wijayanti menambahkan PKBM Syifa menggandeng langsung para UMKM untuk berkembang bersama.
“Kami dari UMKM merasa ikut memiliki dan berkewajiban untuk ikut serta memberikan ilmu, pengetahuan, menjadi seorang wira usaha muda. Tugas saya adalah memberikan pemagangan bagi para siswa yang sudah mendapat ilmu dari PKBM Syifa,” ujarnya.
Maliyana mengatakan jiwa-jiwa wirausaha akan ditumbuhkan untuk para siswa.
“Dan nantinya dari mereka muncul sebagai seorang pengusaha. Semakin banyak tambah UMKM baru berarti perekpnomian Indonesia ini kuat,” tegas Maliyana.
PKBM Syifa Surakarta memperingati HarLah yang ke 25 ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kompetensi dan profesional tenaga pengajar di PKBM Syifa.
Untuk lebih meningkatkan intelektual tenaga pengajar PKBM Syifa yang didasari dengan iman dan taqwa. Juga untuk meningkatkan kualitas belajar, menumbuhkan motivasi, kecerdasan berpikir dan kreatifitas anak didik PKBM Syifa menjadi generasi yang tangguh serta dapat bersaing di masa depan.
Memperingati harlah ini PKBM Syifa mengadakan berbagai rangkaian kegiatan antara lain sholawatan, khataman Quran, peningkatan kompetensi guru, juga workshop anak didik PKBM Syifa.









