Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Dapur MBG di Jepara Sebut Program Bukan Sekadar Ngebul

oleh
oleh
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmikan SPPG Yayasan At-Taqwa di Desa Karangnongko, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara | MettaNEWS / dok Humas Provinsi

JEPARA, MettaNEWS — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar menyediakan makanan bagi masyarakat, melainkan merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk membangun kesejahteraan warga dan menciptakan ekosistem sosial yang sehat.

Hal ini ia sampaikan saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan At-Taqwa di Desa Karangnongko, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, Senin (4/8/2025). Dapur ini menjadi unit MBG ke-322 yang beroperasi di Jawa Tengah.

“MBG ini jangan hanya dianggap sekadar ‘dapur ngebul’. Di balik itu ada nilai-nilai penting: anak-anak dibiasakan makan sehat, masyarakat diajari hidup bersih, ekonomi kreatif berjalan, modal berputar, dan lapangan kerja terbuka,” ujar Luthfi di hadapan warga dan para tamu undangan.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Kudus Belinda Birton, jajaran Forkopimda, dan perwakilan Satgas MBG Jawa Tengah.

Luthfi menyebut, MBG memiliki efek berganda (multiplier effect) yang langsung terasa tidak hanya bagi anak-anak sebagai penerima manfaat, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang terlibat dalam pengelolaan dapur, distribusi bahan makanan, hingga UMKM lokal.

“Jadi yang kita bangun tidak hanya isi piring anak-anak, tapi juga struktur ekonomi kerakyatan di sekitar mereka,” tegasnya.

Dapur MBG yang diresmikan ini sebelumnya telah melalui tahapan verifikasi ketat, mulai dari proses pembangunan hingga uji kesiapan operasional oleh tim MBG pusat. Ia pun mengapresiasi kolaborasi antara Yayasan At-Taqwa dan Wakil Bupati Kudus yang turut mendukung realisasi fasilitas ini.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan dapur MBG di wilayah ini. Semoga membawa manfaat besar bagi anak-anak dan seluruh warga sekitar,” pungkas Gubernur.

Hingga 29 Juli 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat terdapat 335 unit SPPG aktif, dengan jangkauan penerima manfaat mencapai 953.912 jiwa, atau setara 9,8% dari total sasaran yang diperkirakan mencapai 9 juta jiwa.

Beberapa daerah dengan jumlah dapur MBG terbanyak antara lain Banyumas (32 unit), Blora (21 unit), dan Cilacap (16 unit). Sementara wilayah seperti Jepara, Semarang, Rembang, Magelang, dan Banjarnegara masih tergolong rendah dalam jumlah dapur dan masuk dalam prioritas intervensi MBG selanjutnya.

Sebagai bentuk komitmen lebih lanjut, Pemprov Jateng telah menyiapkan 26 aset lahan seluas hampir 280.000 meter persegi yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung kelangsungan program MBG, termasuk bersama instansi seperti TNI dan POLRI.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam membangun generasi sehat, menurunkan angka stunting, dan menciptakan kemandirian pangan di tingkat keluarga dan desa.