Grill Penutup Drainase Jalan Ir Juanda Kerap Dicuri, DPUPR Solo Siasati dengan Beton

oleh
Grill drainase
Grill besi tangkapan air Jl. Ir Juanda Pucangsawit Solo diganti jadi beton karena kerap dicuri, Rabu (29/6/2022) | MettaNEWS/ Adinda Wardani

SOLO, MettNEWS – Grill tangkapan air atau penutup drainase di Jalan Ir Juanda Pucangsawit, Solo kerap hilang dicuri. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo mencatat pencurian ini banyak terjadi sejak Desember 2021.

Kepala Bidang Marga DPUPR Solo, Joko Supriyanto mengatakan pihaknya telah mengirim surat laporan kehilangan infrastruktur atau fasilitas umum ke pihak berwajib Satpol PP dan Polresta Solo.

“Kita prihatin dengan maraknya grill drainase yang hilang di Solo, kita sudah berupaya supaya kasus ini dieliminasi. Secara konstruksi sudah diubah yang tadinya berbahan baja atau besi sekarang beton jadi nilai ekonomisnya sudah nggak ada,” kata Joko saat ditemui MettaNEWS di kantor DPUPR Solo, Rabu (29/6/2022).

Pihaknya telah mensiasati penggantian grill besi menjadi beton, alasannya drainase berbahan beton tak memiliki nilai ekonomis. Diketahui, akibat hilangnya griil ini saluran air bolong dan sebabkan kecelakaan.

“Tapi kembali lagi ke perilaku, kita harus menyadarkan pada diri sendiri atau pun semua, bahwa yang kita buat ini untuk kepentingan umum. Hal ini membahayakan keselamatan, ada yang diambil dan kita nggak tahu, laporan ada yang terperosok, langsung kita beri penanda, minimal dikasih bambu pemberitahuan ada lubang karena grill hilang,” katanya.

Memiliki kekuatan yang berbeda dengan grill besi, drainase beton dibuat dengan 10 lubang agar kekuatan beton tak berkurang.

“Desain sudah diubah, secara kekuatan kuat baja fungsional ada kisi-kisi yang lebih luas, kalau beton nggak bisa dikasih kisi atau bulatan banyak, konstruksinya nggak bakal kuat/kokoh jadi dibuat lubang sedikit,” terangnya.

Grill besi memiliki kisi-kisi atau lubang lebih banyak membuat daya serap atau rain off lebih besar. Sedangkan beton yang hanya memiliki 10 lubang membuat proses penyerapan air lebih lama. Konsekuensinya, Tim Pembersihan Keduk Walet SDA DPUPR harus rajin melakukan pemeliharaan kebersihan agar air dapat lancar masuk.

“Dimungkinkan ada daun maka oleh tim pembersihan nanti akan mengecek. Beton ini untuk masa percobaan tapi bakal dipermanenkan, kalau tindakan mengambil fasilitas umum berkurang kemungkinan bisa kita kembalikan lagi ke baja,” katanya.

Selain di Jalan Ir Juanda, ternyata di wilayah lain seperti Jalan Prof Suharso dan Jalan Ki Hajar Dewantara juga kerap kehilangan grill besi. Bahkan belum lama ini di daerah Pasar Ayam Semanggi pencurian grill tertangkap CCTV pada 14 Juni lalu.

“Ini sudah kita ganti, kita pasang pas Maret 2022. Jalan Juanda hilangnya cukup sering, yang exsisting tetap baja, beton ini untuk yang sudah hilang. Hilangnya banyak akhir 2021, Jalan Juanda sudah biasa, Jalan dekat kantor DPUPR, Prof Suharso hilang semua. Kita ganti baja hilang, di Juanda ada laporan karena jalan raya,” bebernya.

Mengetahui hal ini pihaknya kembali melapor ke Dishub Solo dan Polresta Solo, namun kasus ini belum mendapat titik terang hingga kini.

“Terakhir di Pasar Ayam Semanggi kami juga sudah ke Dishub, Polresta kesulitan karena nggak bisa dizoom, kalau bisa dizoom kan enak plat nomor terbaca bisa dilacak, meskipun bisa aja pakai plat palsu tapi minimal bisa dilacak,” katanya.

Pihaknya tak menyebut besar kerugian yang telah dialami DPUPR, baginya nilai kerugian jiwalah yang menjadi fokus perhatian bagi Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Perhubungan dan Satlantas.

“Sebenarnya kalau nilai rupiah nggak begitu tinggi tapi nilai kerugian jiwa yang harus diperhatikan betul. Lubang akibat grill ini kalau ada yang terperosok ada tingkatan fatalitas,lecet patah tulang, patah sampai meninggal kita dipanggil kepolisian. Di UU angkutan jalan ada kelalain penyelenggara jalan,” tutupnya.