SOLO, Metta NEWS – Kota Solo akan menjadi tuan rumah acara internasional, Working Group G-20. Saat ini Pemerintah Kota Solo tengah mempersiapkan semua keperluan untuk pertemuan Trade Industry and Investment Working Group (TIIWG) atau Kelompok Kerja Industri dan Investasi Perdagangan G-20.
Pada rapat koordinasi, bersama Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Djatmiko Bris Witjaksono, Jumat (25/2/2022) Wali Kota Solo Gibran Rakabuming memastikan kesiapan venue serta sarana dan prasarana untuk event internasional yang akan digelar dua kali ini.
“Solo akan menjadi tuan rumah dalam 2 kali pertemuan, pertama di tanggal 29-31 Maret pertemuan kedua pada 6-9 Juni 2022,” kata Djatmiko.
Djatmiko menjelaskan pada Working group nanti akan diikuti sekitar 31 Negara. Ia mengatakan, working grup G-20 ini merupakan pertemuan 20 tahun sekali.
“Perwakilan negara ada 31, perwakilan organisasi ada 7 hingga 10 serta perwakilan world bank, IMF, world trade organization, intinya kurang lebih ada 40-an perwakilan,” jelasnya.
Menurut Djatmiko, alasan Solo dipilih karena memang Solo sangat representatif dan berkembang secara masif terutama dalam bidang perekonomian.
“Tentu membutuhkan koordinasi dan persiapan kita sudah berkoordinasi dengan pak wali dukungan dari Pemda Solo dan semua jajaran terkait. Kita akan mempublikasikan seluas mungkin kepada masyarakat di Solo, supaya ada kebanggan Solo menjadi tempat pelaksanaan pertemuan presidensi G-20,” ungkapnya.
Wali Kota Gibran menambahkan sesuai dengan arahan dari Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, untuk menyiapkan sedetail mungkin.
“Sarana dan prasarana sudah siap, mulai dari airport, penjemputan, akomodasi, city tour, veneu sudah siap semua,” jelas Gibran.
Dengan ditunjuknya Kota Solo sebagai tuan rumah Working Group dalam rangkaian acara G-20 ini Gibran yakin mampu menarik investor untuk melihat potensi di Kota solo.
Pada event tersebut, Gibran akan menggandeng UMKM lokal Solo untuk memamerkan produk-produk unggulannya.
“Ada beberapa UMKM yang kami siapkan karena pesertanya tidak bisa keluar hotel maka kami yang bawa UMKM nya ke hotel juga tari-tarian dan budaya Solo,” ungkapnya.







