SOLO, MettaNEWS – Yang mau mudik atau merayakan lebaran di Solo tahun ini sangat tepat. Pemerintah Surakarta melalui UPTD Kawasan Wisata menggelar event Gebyar Bakdan Ing Sriwedari yang akan berlangsung selama 20 hari. Dari tanggal 11 hingga 30 April 2023 bertempat di Taman Sriwedari.
Pada era Sinuwun Pakubuwono X, Taman Sriwedari adalah Komplek Taman yang diperuntukkan sebagai taman hiburan rakyat. Taman ini dahulu dikenal sebagai Taman Raja atau Bonrojo (Kebon Raja). Istilah “Sriwedari” sendiri berasal dari Serat Arjunasasra. Dalam serat itu disebutkan bahwa Taman ini merupakan taman buatan milik Prabu Arjunasasra yang memiliki keindahan layaknya taman surga.
Ketua Penyelanggara Gebyar Bakdan Ing Sriwedari, Reifatma Nuraviani SH menjelaskan, dengan latar belakang tersebut menjadi semangat untuk mengembalikan taman ini sesuai dengan fungsinya dahulu.
“Semangat kita adalah memulihkan Sriwedari sebagai Taman Surga dalam artian menjadi tempat yang penuh keceriaan, kebahagiaan, dan dapat memberi penghidupan kepada masyarakat sekitar,” tutur pengusaha yang akrab disapa dengan nama Rei ini.
Pada tanggal 11 April 2023 sebagai pembuka acara di mulai dengan tradisi Malam Selikuran. Tradisi malam selikuran merupakan salah satu wajah islam nusantara yang mewarnai semangat alkulturasi Islam Jawa
“Tahun ini untuk mengisi Malam Selikuran dengan acara pengajian akbar Bersama K.H Gus Muwafiq dan Sriwedari bersholawat bersama Majelis Dzikir Njeng Sunan. Prosesi kirab Malam Selikuran juga akan di laksanakan untuk melestarikan budaya kira selikuran Sunan Pakubuwono ke X. Dengan melakukan boyong kenduri dengan menghadirkan hajat tumpeng sewu. Selain itu akan ada Bregodo korps musik Tamtama, Jayek Astro, Prawiro Anom, Surageni, Joyosura, Doropati, Ulam dan Santi Suara,”
Tumpeng sewu sendiri melambangkan jika ini adalah malam seribu bulan dan ini menjadi tradisi menyambut malam lailatul qodar. Kirab akan berlangsung dari keraton menuju Taman Sriwedari. Kemudian akan di lanjutkan dengan tradisi pembacaan syahadad kures dan pembacaan sejarah Malam Selikuran.
“Prajurit Kasunanan Surakarta melakukan kirab dengan membawa pedang, tombak, serta diikuti para punggawa keraton dan abdi dalem yang akan membawa tumpeng sewu dan membawa lampu ting (lentera). Perjalanan dimulai dari Kori Kamandungan dan berakhir di Kebonraja taman Sriwedari, dilanjut dengan pengajian akbar dan sriwedari bersholawat,” terang Rei.
Agenda yang lain, dari tanggal 12-21 April 2023 akan ada hiburan musik pada sore hari. Selain itu pada event ini penyelenggara melaksanakan Sriwedari Food Festival serta Sriwedari Shopping Day.
“Setiap pengunjung berkesempatan mendapat kupon undian dan mendapatkan hadiah emas antam. Kegiatan lainnya ada pelatihan make up gratis dan juga pelatihan dari crafter by Solo Art Market. Selain itu akan ada live mural dari Bersama Ruang Atas setiap Sore by Solo Is Solo,” ujarnya.
Untuk isian acara selain hiburan, ada workshop dan singing competition, make up competition serta lomba mewarnai.
“Yang paling menarik pada kegiatan ini adanya Horseback Archery dengan peserta atlet dari luar kota. Gladden Jemparing dimana komunitas ini juga berada di Kawasan Sriwedari,” ungkap Rei.
Tepat pada Hari Raya Idul Fitri, pada tanggal 22-30 April 2023 akan hadir perform band-band besar antara lain ada Owahgeerband, Mcpr, The Flash band, The Dalgaddo, Bapershop, Hunky Dory, New Puspita dan guest star dari jogja NDX AXA.
“Pada tanggal 22 April 2023 juga akan ada Festival Lontong Opor yang dibagikan ketika pengunjung berlebaran di Sriwedari,” imbuh Rei.
“Acara ini melibatkan lebih dari 100 talent yang akan menghibur. Dengan banyaknya komunitas seni dan talent pada event ini, penyelenggara juga bekerja sama dengan aplikasi showbuzz. Yang akan membantu teman-teman talent vendor dapat saling terhubung dengan pihak pencari. Diharapkan event ini, dapat menjadi event tahunan dan dapat menghidupkan Sriwedari kembali,” pungkas Rei.








