SOLO, MettaNEWS – Satu rumah warga di Kampung Gedong RT 1 RW 12 Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari Solo nyaris terbakar. Penyebabnya pemilik rumah Sriyono (62) lupa mematikan lilin yang diletakkan di atas tv tabung ruang tamu.
Dikatakan Sriyono hujan yang mengguyur sejak sore menyebabkan listrik di Kampung Gedong mati sejak petang itu membuat Sriyono berinisiatif menyalakan lilin untuk penerangan. Kepada MettaNEWS Sriyono menyebut ada dua lilin yang ia letakkan di atas etalase warung dan di atas tv tabung ruang tamu.
“Lampu darurat di rumah mati jadi saya pakai lilin biar terang tadi kan mati lampu. Saya lupa matiin lilin yang satu sudah saya matikan dan yang satu ternyata belum. Kan saya nggak bawa hp jadi nggak ada yang ngabari jadi pas saya pulang kaget rumah kok ramai saya kira ada kecelakaan ternyata rumah saya hampir terbakar,” ucap Sriyono kepada MettaNEWS, Jumat (21/10/2022).
Sebelum akhirnya saat hujan sudah mulai reda ia bergegas pergi ke gereja yang tak jauh dari rumahnya untuk beribadah sekira pukul 19.15 WIB. Menurut ingatanya lilin kedua lilin tersebut sudah ia matikan saat hendak pergi ke gereja.
Namun naas hanya satu lilin yang berada di warung yang dimatikan Sriyono. Sedangkan satu lilin lainnya mulai menetes hingga masuk ke dalam tv tabung yang berisi kabel. Berdasarkan saksi mata, Mahardika (36) ia sempat mendengar suara ledakan dari balik rumah milik Sriyanto.
“Lilin lupa dimatikan ditaruh di atas tv tabung tadi kan sempat mati lampu, pemilik rumah takut kalau gelap jadi nyalain likin. Tadi kebetulan saya keliling untuk pendataan Regsosek, ini tv nya habis se-rak-raknya kalau tetangga nggak respon cepat pasti kena atap,” terang Mahardika.

Terlihat dari luar api menyala di ruangan tamu Sriyono. Warga lain yang ikut memastikan sumber ledakan akhirnya berusaha membuka ruangan yang terkunci rapat dari dalam.
“Tadi ada yang dengar ledakan keras dari sini (ruang tamu) sama ada yang lihat asap kemana-mana warga kan mencium bau seperti barang terbakar. Terus nggak ada orang di dalam pintu ketutup, warga ne berusaha membuka paksa nggak bisa,” katanya.
Hingga akhirnya mereka berusaha masuk melalui pintu lain dan melihat tv tabung di ruangan tersebut sudah berkobar. Warga kemudian bergegas menghubungi petugas kebakaran sekira pukul 19.45 WIB.
“Tidak ada korban jiwa dan ketika Damkarnya sampai di lokasi api sudah dimatikan warga. Petugas hanya mengecek supaya tidak terjadi kebakaran susulan. Juga tadi ada petugas PLN yang ngecek listriknya dan ini sudah aman tidak akan korsleting,” ujarnya.
Sebelum petugas Damkar datang api sudah berhasil dipadamkan warga sekira pukul 19.56 WIB. Kendati demikian satu unit mobil Damkar dan satu unit mobil BPBD yang tiba dilokasi tetap berjaga-jaga dengan melakukan antisipasi berupa pendinginan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo, Sutarjo mengatakan pihaknya bergegas berangkat ke TKP saat menerima laporan. Sekira pukul 19.50 WIB petugas tiba dan langsung membantu proses pendinginan.
“Info ada 65 di selatan kampus Unisri Gedong RT 5 RW 10 laporan warga nama Vena pukul 19.45 WIB. Petugas berangkat dari pos kobar 19.50 WIB. Ada satu unit pemadam dan satu unit tanki BPBD kita kerahkan. Sudah terkondisi pukul 19.56 WIB namun untuk antisipasi pendinginan tetap stand by di TKP karena banyak kos mahasiswa,” terang Sutarjo.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Api yang membakar tv tabung berhasil dijinakkan. Sehingga tidak sempat membakar barang yang lain. Namun lantaran kejadian ini Sriyono menanggung kerugian satu unit tv tabung kesayangannya dan buku bacaan milik sang anak terbakar habis.
Dari kejadian ini warga Kampung Gedong pun lebih berhati-hati untuk tidak meletakkan lilin sembarangan. Demikian pula dengan Sriyono. Sriyono berharap hal serupa tidak akan terulang. Ia pun akan lebih berhati-hati.









