Gala Dinner Porseni NU, Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Sampaikan Petuah 1 abad NU

oleh
Gala dinner Porseni NU
Suasana Pura Mangkuneraran dalam acara Gala Dinner Porseni NU Minggu (15/1/2023) | MettaNEWS / Kevin Rama

SOLO, MettaNEWS – Gala Dinner Pekan olahraga dan Seni Nahdlatul Ulama (Porseni NU) telah berlangsung di Pura Mangkuneraran Minggu (15/1/2023) Malam.

Para petinggi Nahdlatul Ulama hadir dan berkumpul dalam jamuan makan malam ini. Yakni Rais ‘Aam (pemimpin tertinggi) PBNU KH Miftachul Akhyar, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, Wakil Walikota Solo Teguh Prakosa, pejabat NU dari Wilayah hingga cabang dan Forkompinda Kota Solo.

Dalam acara tersebut Rais ‘Aam NU Miftachul Akhyar menyampaikan beberapa petuah dalam menyongsong 1 abad NU yang akan berlangsung 7 Febuari 2023 mendatang.

Ia mengungkapkan 1 abad merupakan usia yang cukup matang dalam sebuah organisasi.

“Setelah ini kita akan memasuki abad kedua. Dalam menyambut ini kita harus tetap menerapkan sikap muamalah kepada sesama umat manusia,” ungkap Miftachul Akhyar dalam acara Minggu (15/1/2022) malam.

Hal tersebut yang membuat diri manusia menjadi makhluk terbaik di dunia ini. Selanjutnya dalam penyelenggaraan pekan olah raga ini menurutnya merupakan sebuah keharusan.

“Muamalah dalam mempersiapkan diri sebagai pemegang amanat yang besar ini harus dengan kesehatan rohani. Namun tanpa dukungan kesehatan badannya maka akan tidak mungkin menjadi tugas yang sangat besar ini. Baik dalam rohani dan jasmani,” jelasnya.

Lebih lanjut untuk segi kesehatan jasmani, salah satu peringgi di NU ini, mengungkapkan bisa meraihnya dengan penyelengaraan olahraga seperti Porseni ini.

“Baik dari olahraga ataupun seni keagamaan tercangup semua. Ini sebagai penyempurnakan kekuatan-kekuatan dimiliki oleh manusia,” katanya.

“Dunia ini hanya sebuah proses kecil yang nantinya menuju pada proses-proses yang lain lagi bagi alam selanjutnya,” tungkasnya.

Gala Dinner Porseni NU, Sambut Masa Depan Organisasi

Penyelenggaraan Gala Diner ini menyambut keberlangsungan Porseni NU di Solo. Dalam porseni ini Ketua panitia Nusron Wahid mengungkapkan ada tiga unsur utama masa depan NU yang berkumpul dalam rangka membangun solidaritas.

Pertama, pelajar NU. Pelajar-pelajar Nahdlatul Ulama ini berkumpul selama 9 hari untuk adu kreativitas dan perlombaan yang ada di kota Solo.

“Unsur kedua adalah santri. Mereka adalah masa depan Nahdlatul Ulama,” ungkap Nusron Minggu (15/1/2023) malam.

Sedangkan yang ketiga yaitu mahasiswa. Mereka yang akan meneruskan negara ataupun NU dengan ilmu-ilmu yang mereka dapat.

Ia berharap, peserta-peserta dalam porseni ini bisa bersaing dengan penuh sportivitas dan riang gembira.

“Semoga ini memberikan inspirasi kepada anak muda NU ke depan. Prestasi meningkat, tak hany di bidang ilmu pengetahuan dan ilmu keagamaan saja. Tapi juga aktivitas olahraga, seni, sains, dan teknologi,” pungkasnya.