SOLO, MettaNEWS— Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surakarta bergerak cepat merespons usulan program sekolah swasta gratis bagi siswa di Kota Solo.
Wacana yang sebelumnya disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Solo, Honda Hendarto, kini mulai dikaji serius oleh Fraksi PDIP dengan mengumpulkan berbagai data pendidikan sebagai bahan penyusunan skema kebijakan.
Anggota Komisi IV DPRD Surakarta, Roro Indrati Sarwo Indah, mengatakan Fraksi PDIP telah menggelar rapat pimpinan dan menyepakati penugasan kepada anggota fraksi di komisi terkait untuk mulai melakukan pendataan sekolah swasta di Kota Solo.
“Kami lakukan pengumpulan bahan-bahan untuk persiapan kajian mematangkan usulan siswa sekolah swasta gratis,” ujar Roro Indrati Sarwo Indah saat ditemui wartawan, Kamis (14/5/2026).
Roro Indah menyampaikan langkah awal yang dilakukan adalah menghimpun data jumlah sekolah swasta mulai jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP. Selain itu, pihaknya juga akan memetakan jumlah siswa, terutama yang masuk kategori desil 1 sampai 4 atau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
“Komisi IV ada saya, Pak Janjang, Pak Ekya Sih Hananto, Pak Ngadio, Mbak Sagita. Kita kumpulkan data PAUD, TK, SD, SMP. Jumlah murid berapa, murid yang masuk desil 1 sampai 4 berapa, kemudian SPP-nya berapa. Karena masing-masing sekolah tentu berbeda,” paparnya.
Tak hanya itu, Fraksi PDIP juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Surakarta dan meminta masukan langsung dari pihak sekolah swasta agar skema yang disusun benar-benar realistis dan dapat diterapkan.
Roro Indah menegaskan, pembahasan program sekolah swasta gratis tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa karena berkaitan erat dengan kemampuan anggaran daerah. Karena itu, kajian dilakukan secara detail dan cermat agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran.
“Melalui kajian ini nanti kita bicarakan dengan pemerintah kota secara detail dan cermat, termasuk ada beberapa skema yang terkait erat dengan kebutuhan anggarannya,” katanya.
Sebagai bagian dari pendalaman kebijakan, Komisi IV DPRD Surakarta juga dijadwalkan melakukan studi banding ke Jakarta untuk mempelajari pelaksanaan program sekolah swasta gratis yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Hasil studi tersebut nantinya akan dilaporkan dalam rapat internal fraksi sebagai bahan penyempurnaan usulan kebijakan di Kota Solo.
“Apalagi nanti Komisi IV akan studi ke DKI. Hasil studi banding itu nanti kami laporkan di rapat internal fraksi. Saya optimistis kita bisa mewujudkan murid sekolah swasta mendapatkan perhatian,” tegas Roro.
Sebelumnya, Honda Hendarto mendorong Pemerintah Kota Solo meniru langkah Pemprov DKI Jakarta yang menggratiskan biaya pendidikan di sekolah swasta melalui dukungan APBD.
Politikus senior PDIP Kota Solo tersebut menilai kemampuan APBD Kota Solo cukup memungkinkan untuk merealisasikan program tersebut, terutama demi membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses pendidikan gratis di sekolah negeri.
Usulan itu muncul seiring tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri yang kerap tidak sebanding dengan daya tampung. Kehadiran skema sekolah swasta gratis dinilai bisa menjadi solusi agar seluruh anak di Kota Solo tetap memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya.








