SOLO, MettaNEWS – Gerakan penghijauan terus didorong di Kota Surakarta di tengah perkembangan kawasan perkotaan yang semakin padat. Momentum itu terlihat dalam kegiatan “Kado Hijau” yang digelar Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta dalam rangka Milad ke-94 di Kampung Sewu, Kamis (14/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani turut menanam pohon bersama puluhan peserta sebagai simbol penguatan ruang terbuka hijau (RTH) dan kepedulian lingkungan di Kota Solo.
Salah satu pohon yang ditanam ialah pohon sala, tanaman yang diyakini menjadi asal-usul nama Kota Solo. Pohon tersebut memiliki nilai historis bagi Surakarta karena nama “Solo” dipercaya berasal dari kata “Sala”, merujuk pada wilayah yang dahulu banyak ditumbuhi pohon sala sebelum berkembang menjadi kawasan permukiman dan pusat pemerintahan.
Astrid mengatakan, penanaman pohon sala bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan upaya menghidupkan kembali identitas kota di tengah perkembangan urbanisasi.
“Harapannya nanti pohon sala bisa ada di tiap kelurahan di Kota Solo. Ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga menjaga identitas kota sekaligus memperkuat penghijauan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemuda Muhammadiyah Kota Surakarta yang menjadikan momentum milad sebagai aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Kado hijau ini mudah-mudahan tidak hanya menjadi aksi penanaman pohon dalam acara milad saja, tetapi menjadi kesadaran bersama bahwa penghijauan adalah kebutuhan di tengah perkembangan zaman dan lingkungan yang semakin urban,” katanya.
Astrid menyampaikan keberadaan ruang terbuka hijau harus menjadi perhatian bersama karena menjadi salah satu wajah Kota Solo. Karena itu, ia mendorong keterlibatan berbagai pihak mulai dari kampus, rumah sakit, komunitas hingga organisasi masyarakat untuk ikut memperluas area hijau di kota.
“RTH itu menjadi bagian dari wajah Kota Solo. Maka penghijauan harus terus diperkuat bersama-sama,” ucapnya.
Selain penghijauan, Astrid juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang berjalan beriringan demi menjaga keberlanjutan lingkungan perkotaan.
“Selain penghijauan, pengelolaan sampah harus sejalan dan seirama. Dua isu ini menjadi fokus yang kami dorong bersama,” tegasnya.








