SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menegaskan kesejahteraan guru di Kota Solo menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Surakarta.
Komitmen tersebut tidak hanya ditujukan bagi guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tetapi juga guru honorer.
Respati mengatakan, Pemkot Solo terus menjaga komitmen dalam memenuhi amanat Undang-Undang terkait alokasi anggaran pendidikan, termasuk memastikan kesejahteraan tenaga pendidik di Kota Bengawan terpenuhi dengan baik.
“Kita punya mandatory spending pendidikan itu kan 20 persen. Jadi tenaga pendidikan di Solo kita selesaikan, kita kuat, kita mampu, kita komitmen tenaga pendidik di Solo itu semua kita selesaikan dan pekerjakan dengan baik. Jadi tidak ada masalah sama sekali terhadap tenaga pendidik di Solo. Ini menjadi fokus utama,” kata Respati saat ditemui di Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia, Rabu (13/5/2026).
Sebagai langkah konkret menjamin kesejahteraan guru, Pemkot Solo juga akan memprioritaskan tenaga pendidik dalam perekrutan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) mendatang. Selain sektor pendidikan, kebutuhan tenaga kesehatan juga menjadi fokus utama pemerintah kota.
“Ya kita buka untuk permohonan untuk buka PNS untuk yang tendik (tenaga pendidik). Kan kita sudah sampaikan, hanya dua yang utama di Solo, tenaga pendidik dan nakes. Jadi itu sebagai layanan dasar, kita paripurnakan pendidikan dan kesehatan di Solo,” jelasnya.
Respati mengklaim kondisi kesejahteraan guru di Kota Solo saat ini sudah cukup baik. Pemerintah terus berupaya memenuhi hak-hak guru, termasuk pemberian gaji yang layak.
“Intinya tidak usah khawatir. Kami akan memberikan kesejahteraan yang layak di atas UMR, gaji yang paling bawah standarnya paling baik. Kesejahteraan guru jadi yang utama dan prioritas di Solo,” paparnya.
Terkait masih adanya kekosongan tenaga pengajar di sejumlah sekolah, Respati menegaskan Pemkot Solo terus berupaya melakukan pemenuhan guru agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal.
Namun, untuk pengadaan ASN baru, pemerintah daerah masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Sebagai solusi sementara, Pemkot Solo menjalin kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret atau UNS melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Kalau ada kekosongan harus langsung diisi. Dan kami juga membackup, kami bekerja sama dengan UNS terkait program PPG guru di sana. Dan kami tugaskan untuk magang di Solo. Intinya pendidikan dasar di Solo itu kita optimalkan dan ada insentif dari PAUD ke sekolah swasta juga kita berikan untuk pendidikan anak usia dini,” imbuhnya.
Respati menambahkan, optimalisasi sektor pendidikan dasar dan kesehatan akan terus menjadi prioritas utama Pemkot Solo sebagai bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat.








