Forum Geografi UMS Raih Predikat Q1 Scopus, Satu-Satunya Jurnal Geografi Indonesia di Peringkat Tertinggi Dunia

oleh
oleh
Forum Geografi UMS Berpredikat Jurnal Q1 Scopus, Satu-Satunya Bidang Geografi di Indonesia. Sumber Scimago Journal Rank: scimagojr.com

SOLO, MettaNEWS – Jurnal Forum Geografi, yang dikelola oleh Fakultas Geografi UMS, menyandang peringkat Quartile 1 (Q1) berdasarkan pemeringkatan Scimago Journal Rank (SJR) tahun 2024. Peringkat ini merupakan level tertinggi dalam indeksasi Scopus, menjadikan Forum Geografi sebagai satu-satunya jurnal bidang geografi di Indonesia yang berhasil menembus klasifikasi Q1.

Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah panjang jurnal tersebut, yang telah hadir sejak tahun 1987.

“Forum Geografi termasuk salah satu jurnal tertua di UMS. Perintisnya adalah para dosen senior kami sejak lebih dari tiga dekade lalu. Sebagian dari mereka sudah wafat, tetapi semangat mereka kami lanjutkan,” ungkap Jumadi, S.Si., M.Sc., Ph.D., Dekan Fakultas Geografi sekaligus Ketua Editor jurnal, pada Rabu (15/10).

Perjalanan Forum Geografi menuju pengakuan global bukanlah proses singkat. Menurut Jumadi, upaya mengajukan jurnal ini ke Scopus sudah dimulai sejak 2016. Namun, pengajuan pertama itu belum berhasil dan pihak Scopus memberikan waktu dua tahun untuk perbaikan. Setelah beberapa kali pengajuan ulang dan perbaikan berkelanjutan, akhirnya pada tahun 2023 Forum Geografi resmi terindeks Scopus.

“Tentu ini bukan proses yang mudah. Kami terus mengevaluasi kualitas artikel, memperbaiki aspek teknis hingga menyempurnakan tata kelola editorial. Hasilnya sepadan dengan usaha yang telah dilakukan selama ini,” ujar Jumadi.

Jumadi menjelaskan bahwa sejumlah indikator menjadi penentu keberhasilan jurnal untuk mencapai Q1, di antaranya jumlah sitasi artikel, kualitas substansi ilmiah, hingga tata penyajian gambar dan bahasa.

“Selain itu, keragaman penulis dan anggota dewan editor dari berbagai negara juga menjadi poin penting. Hal ini menunjukkan jangkauan internasional dan kolaborasi global yang kami bangun selama ini,” imbuhnya.

Dengan capaian tersebut, Fakultas Geografi berharap Forum Geografi dapat menjadi wajah UMS di level internasional. Jumadi menilai, jurnal ilmiah bereputasi tinggi dapat menjadi media promosi efektif bagi universitas.

“Ketika peneliti dari luar negeri mengirimkan artikelnya ke jurnal kita, mereka secara otomatis juga mengenal UMS. Ini membuka peluang kolaborasi akademik dan meningkatkan reputasi institusi,” jelasnya.

Jumadi juga mendorong agar fakultas dan program studi lain di lingkungan UMS mengikuti jejak serupa. Menurutnya, keberhasilan Forum Geografi dapat menjadi inspirasi bagi pengelola jurnal lain untuk menargetkan indeksasi dan reputasi global.

“UMS tengah menuju visi sebagai World Class University. Salah satu indikatornya adalah pengakuan jurnal ilmiah di tingkat internasional. Keberadaan jurnal Q1 ini memperkuat posisi UMS di antara universitas ternama dunia,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mencontohkan universitas-universitas luar negeri, seperti di Tiongkok, yang mendukung penuh jurnal ilmiah untuk membangun citra akademik.

“Di sana, jurnal bisa menjadi alat strategis untuk membentuk identitas global institusi. Kita harus bisa menempuh jalan yang sama, sesuai dengan kapasitas kita,” pungkas Jumadi.

Dengan pencapaian ini, Forum Geografi tidak hanya menjadi kebanggaan UMS, tetapi juga membawa nama Indonesia di peta publikasi ilmiah dunia dalam bidang geografi. Ke depan, jurnal ini diharapkan terus konsisten dalam menyebarluaskan pengetahuan ilmiah dan menjadi platform kolaborasi akademik lintas negara.