SOLO, MettaNEWS – Tingginya kasus stunting di Solo menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) yang menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai penanganan stunting di Solo, Sabtu (16/7/2022).
Dengan peserta dari Puskesmas, kader posyandu, perangkat kecamatan Jebres, dosen dan dekan Unisri, FGD ini untuk mencari solusi masalah stunting.
Dekan fakultas teknologi dan industri pertanian UNISRI, Nanik Suhartatik menjelaskan pemilihan Kecamatan Jebres sebagai fokus penanganan stunting karena memiliki kasus tertinggi di Solo.
“Kita ambil Kelurahan Mojosongo untuk menangani stunting dari hulu ke hilir dan melakukan koordinasi dengan Puskesmas Sibela Mojosongo serta dinas terkait,” ungkap Nanik.
Sebelum Mojosongo, Nanik mengatakan Kecamatan Pasar Kliwon sudah menjadi fokus penanganan dan lulus dari peringkat tertinggi penderita stunting.
‘Kita koordinasi juga dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Puskesmas dan Posyandu yang berhadapan langsung dengan masyarakat,” tuturnya.
Nanik menyebut penyelesaian stunting, tidak bisa disamaratakan dan harus menggali ke pokok permasalahannya. Apakah dari sisi kultural, atau dari masalah ekonomi warga.
“Penyelesaian stunting berbeda antar kasus, harus berbasis pada masing-masing kasus karea penyebab stunting itu bisa dari kulturnya atau tingkat ekonomi,” jelasnya.
Bukan berarti mereka yang kemampuannya lebih lantas tidak bisa terkena stunting, Nanik mengatakan kadangkala kemampuan dan pengetahuan orang tua dalam mengasuh anak masih minim. Sehingga sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak kedepannya.
“Faktor penyebab dari stunting itu ujung-ujungnya tetap pada sosio ekonomi, yaitu kemampuan keluarga untuk mendapatkan pangan yang sehat dan juga berkualitas meskipun tidak harus malah. Karena bagaimanapun juga anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita bantu supaya kedepannya Indonesia akan makmur,” terangnya.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Jebres, Haryo Seno mengapresiasi atas bantuan dan perhatian Unisri dalam penanganan stunting di Kelurahan Mojosongo, Kecamatn Jebres, Solo.
“Kami akan mengupayakan bersama untuk rembuk stunting guna mengurangi anak-anak penderita stunting di wilayah Mojosongo khususnya dan Jebres pada umumnya. Kemarin sudah ada rembuk stunting dihadiri oleh wakil walikota Surakarta. Salah satunya membahas untuk mengurangi anak-anak penderita stunting,” jelasnya.
Selain kegiatan FGD, juga diserahkan bantuan 50 bibit tanaman yang terdiri dari dua jenis cabai, terong dan sawi, yang dibagikan kepada keluarga penderita stunting.







