FOBI Solo Gelar Kejurkot Liong dan Barongsai, Satu dari Lima Sasana Terpilih Akan Maju Kualifikasi Pekan Kejuaraan Jateng

oleh
Liong
Penampilan tim liong Dalmas Polresta Solo saat Kejurkot Liong dan Barongsai Surakarta, Senin (26/5/2025) di Solo Paragon Mall | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Pengurus Kota (Pengkot) Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Solo menggelar Kejuaraan Kota (Kejurkot) Liong dan Barongsai Surakarta, Senin (26/5/2025).

Bertempat di Atrium Solo Paragon Mall, kejurkot ini diikuti oleh lima sasana yang terbagi menjadi 3 tim liong dan 7 tim barongsai. 2 tim liong berasal dari Tripusaka dan 1 tim dari Dalmas Polresta Solo.

Ketua III FOBI Surakarta, Moeljoto Soetikno mengatakan dari lima sasana tersebut akan dipilih satu dari masing-masing kategori baik liong maupun barongsai untuk mewakili FOBI maju pada babak kualifikasi Pekan Kejuaraan Jawa Tengah.

“Kejuaraan barongsai untuk Kejurkot, kita akan memilih lima sasana yang saat ini ada di Kota Solo. Kita akan pilih untuk kejuaraan selanjutnya khususnya di provinsi, kita berharap kita bisa memperoleh satu yang terbaik baik liong maupun barongsai naik ke tingkat provinsi,” ujarnya.

Kejurkot liong dan barongsai secara rutin digelar FOBI Surakarta bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk memilih tim terbaik yang akan maju di kompetisi tingkat provinsi.

“Hampir setiap tahun kalau kita memang ada kejuaraan kita pasti akan menggelar Kejurkot. Pesertanya dari Soloraya. Harapannya kita dapat benih-benih yang baru sehingga barongsai FOBI di Kota Solo lebih dikenal masyarakat,” terangnya.

Aspek penilaian Kejurkot ini meliputi ketepatan waktu saat beraksi yakni minimal 7 menit dan maksimal 8 menit perlombaan. Apabila tim kurang atau lebih saat aksi maka dapat mengurangi nilai. Aspek lain dalam liong yakni penilaian formasi membentuk angka 8 dan roll.

“Kita nilai dari kekompakan, waktu yang tersedia, kesalahan-kesalahan yang kadang kecil terjadi lebih ke kompakan, chemistrynya di situ. Karena berregu, tentunya tidak mudah, latihan harus dan tetap menjadi tolak ukur di setiap event,” tukasnya.

Sumartono Hadinoto, penasehat FOBI Surakarta menyebut Kejurkot ini sebagai upaya FOBI Surakarta untuk terus memacu agar para grup barongsai di Solo berprestasi.

Terlebih barongsai pada masa orde baru sempat dilarang selama 30 tahun. Dan Solo menjadi kota pertama di Jawa Tengah yang diizinkan untuk menampilkan kesenian Tionghoa ini.

“Kami punya keinginan bahwa grup liong barongsai ini yang ada di Solo bisa mengambil prestasi yang luar biasa. Dengan banyaknya latihan kemudian diringi dengan banyaknya kejuaraan-kejuaraan agar mereka bisa terus berlomba dan menunjukkan prestasinya,” ujarnya.

Melalui Kejurkot yang digelar di Solo Paragon Mall, FOBI dapat mensosialisasi kegiatan dengan baik ke lebih banyak pecintanya.

“Jadi selain sebagai olahraga, liong barongsai yang biasanya tampil pada saat imlek bisa betul-betul banyak yang bisa menikmati keindahan tarian liong dan barongsai. Tentunya kalau Kota Solo memiliki beberapa klub barongsai yang sering berprestasi, saya berharap bisa memacu sasana baru untuk bisa melestarikan budaya liong barongsai ini yang sekarang sudah bisa dilombakan di KONI,” kata dia.

Ketua Umum KONI Solo, Lilik Kusnandar mengapresiasi Kejurkot liong barongsai yang digelar Pengkot FOBI. Sebab menurutnya, tidak semua olahraga dapat menggelar seleksi seperti yang FOBI lakukan, utamanya dalam hal barongsai.

“Ini sangat luar biasa, semua pemainnya perlu chamistry dan sebagainya. Harapannya teman-teman atlet di Kota Solo bisa berprestasi lebih tinggi tidak hanya tingkat provinsi bisa tinggkat nasional dan internasional, semuanya kita support, karena KONI kepanjangan tangan dari pemerintah,” ujarnya.

Deputi Direktur Operasional Solo Paragon Mall, Veronica Lahji menyambut adanya Kejurkot liong barongsai.

“Solo Paragon sangat mendukung, lokasi kami yang sekitar 504 meter ini bisa memfasilitasi semua sasana untuk mereka eksplore dan memberikan karyanya yang terbaik sehingga terpilih salah satu yang paling baik yang bisa mewakili Kota Solo,” kata Veronica.