Fakultas Ekonomi Bisnis UMS Beri Pendampingan Pencatatan Keuangan pada Bendahara PAUD/TK ABA Kartasura

oleh
oleh
UMS
Tim Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (P2AD UMS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melakukan pendampingan implementasi Keseragaman Pencatatan dan Pengelolaan Keuangan kepada bendahara PAUD/TK ABA Kartasura | dok Humas UMS

SOLO, Metta NEWS – Tim Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (P2AD UMS) yang terdiri dari 6 dosen dan 10 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melakukan pendampingan implementasi Keseragaman Pencatatan dan Pengelolaan Keuangan kepada bendahara PAUD/TK ABA Kartasura, Rabu, (13/4/2022). 

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memudahkan bendahara dalam melakukan pencatatan dan pengelolaan keuangan sehingga tata kelola keuangannya transparan dan akuntabel. Program pengabdian masyarakat ini terlaksana berkat adanya kerjasama antara Tim P2AD UMS dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Kartasura (Majelis Dikdasmen) Kartasura dan IGABA Kartasura. 

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pelaksana P2AD UMS, Dra Rina Trisnawati MSi.Ak.Ph.D menjelaskan, kegiatan pendampingan ini merupakan  sumbangan nyata yang dihasilkan oleh Tim P2AD UMS kepada PCA kartasura khususnya bagi PAUD/TK ABA di Kartasura. 

“Melalui edukasi dan pendampingan implementasi keseragaman pencatatan dan pengelolaan keuangan diharapkan mampu menciptakan akuntabilitas dan transparansi tata kelola keuangan yang baik.” kata Rina Trisnawati.

Pada pendampingan pencatatan dan pengelolaan keuangan, para peserta pendampingan yang berjumlah total 19 peserta dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok didampingi oleh satu dosen dan dua mahasiswa yang bertugas sebagai fasilitator untuk membantu dalam jalannya proses pendampingan. 

Setelah dibagi empat kelompok, para peserta diberikan panduan berupa modul pencatatan keuangan berbasis manual dan Microsoft Excel. Peserta diberi waktu untuk saling berdiskusi dengan fasilitator baik dosen maupun mahasiswa untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci terkait dengan pencatatan transaksi keuangan sesuai dengan modul yang dibagikan. Selesai berdiskusi dan tanya jawab, dua peserta pendampingan diminta untuk memberikan tanggapannya terkait diselenggarakannya kegiatan pendampingan penyusunan ini. 

Menurut salah seorang peserta Ika Agustini, kegiatan pendampingan dapat membuat peserta lebih mudah dalam melakukan rekapitulasi kas masuk dan kas keluar. 

“Dengan adanya pendampingan yang diadakan Tim P2AD UMS, kita sangat terbantu dan lebih dipermudah lagi dalam mencatat uang masuk dan keluar sesuai pos rutin dan tidak rutin,” kata Ika. 

Peserta lainnya, Saraswati menyampaikan kegiatan pendampingan ini dapat membantu dalam membuat laporan keuangan, terutama terkait penggunaan dana BOP (Bantuan Operasional Sekolah). 

“Pendampingan ini membantu saya untuk lebih mudah melakukan penyusunan laporan BOP yang transaksinya banyak sekali,” jelas Saras. 

Setelah rangkaian kegiatan pendampingan usai, Tim P2AD UMS melakukan tahapan selanjutnya yakni memberikan evaluasi dan monitoring. Berdasarkan temuan dilapangan, secara administrasi, PAUD/TK ABA sebenarnya telah memiliki pembukuan pemasukan maupun pengeluaran. 

Namun, secara keseragaman (uniformity) Tim P2AD UMS masih menemukan adanya perbedaan cara pencatatan sehingga secara representatif faithfulness menjadi beragam. Dampaknya, informasi dari data yang beragam tersebut membuat sulit untuk ditelusur. Maka dari itu, perlu adanya suatu format pencatatan yang sama yang akan digunakan sebagai standar baku pencatatan dan pengelolaan keuangan PAUD/TK ABA Kartasura.

Format keseragaman dalam pencatatan transaksi keuangan, dibuat dalam bentuk sederhana  dan mudah dimengerti. Modul terbagi menjadi 4 bagian yaitu modul 1 berisi pencatatan dana Pendidikan dan Pengembangan. Modul 2 berisi pencatatan dana SPP. Modul 3 berisi pencatatan dana dari Donatur dan modul 4 berisi pencatatan dana BOS/BOP. 

Pendampingan dilakukan dengan melatih bendahara mengelompokkan bukti berdasarkan aktivitas. Kemudian aktivitas dana masuk dan  keluar dicatat ke modul yang sesuai. Terakhir dibuat rekapitulasi terhadap seluruh dana yang sudah dikelompokkan. Jika hal itu bisa berjalan dengan baik, harapannya, bendahara mampu mengimplementasikan dengan mudah sehingga informasi keuangan menjadi lebih transparan dan akuntabel.