BANJARNEGARA, MettaNEWS – Upaya evakuasi korban longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, terus dikebut sejak Minggu (16/11/2025) malam.
Tebing hutan pinus setinggi puluhan meter runtuh setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama hampir tiga jam.
Longsor dengan diameter sekitar 100 x 100 meter itu menerjang permukiman warga di RT 1 hingga RT 4 RW 03. Material tanah, batu, dan kayu menghantam rumah-rumah di bawah tebing hingga hancur berantakan.
BPBD Jawa Tengah mencatat sebanyak 823 jiwa mengungsi ke halaman Kantor Kecamatan Pandanarum. Dua warga dilaporkan meninggal dunia—satu ditemukan di lokasi longsor, satu lainnya di RSUD Banjarnegara. Puluhan warga lain masih dinyatakan hilang dan diduga terjebak di kawasan hutan.
Tim gabungan dari BPBD Jateng dan Banjarnegara, relawan, TNI-Polri, serta Forkopimcam terus melakukan pencarian, mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, pos lapangan, dan layanan kesehatan darurat.
Bantuan permakanan, selimut, matras, higien kit, family kit, perlengkapan anak, air mineral, hingga fasilitas ATK dan perangkat posko mulai didistribusikan.
Kondisi tebing yang masih labil membuat wilayah sekitar berada dalam status kewaspadaan tinggi. Curah hujan yang masih terjadi juga berpotensi memicu longsor susulan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan penanganan dilakukan secara terpadu bersama Pangdam, Basarnas, dan BNPB sejak informasi diterima.
“Informasi awal berkembang 800-an masyarakat terdampak. Ada 26 yang masih di hutan karena kejadiannya mendadak. Ada juga yang mungkin tertimbun,” jelasnya.
Ia menyebut pencarian dilakukan lebih terarah dengan sistem by name by address, serta pembentukan klaster penanganan seperti pengungsi, logistik, sarpras, dan kesehatan.
Pemprov Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp700 juta khusus untuk Banjarnegara. Sebelumnya, hampir Rp400 juta juga digelontorkan untuk penanganan bencana di Cilacap.
“Jawa Tengah ini minimarket bencana. Ada daerah-daerah tertentu yang harus diantisipasi: Batang, Kendal, Wonosobo, Banjarnegara, Brebes–Bumiayu, Magelang, Temanggung. Potensi gerakan tanah tinggi. Harus ada pencegahan dini,” tegas Luthfi.
Pemprov juga akan menggelar rapat terbatas untuk memperkuat mitigasi jangka menengah dan panjang.
Hingga Senin pagi, bantuan dari OPD dan BUMD Jateng tercatat mencapai Rp385,48 juta, meliputi:
- Logistik Dinsos (APBN): Rp239,35 juta
- Beras 2 ton dari Dinas Ketahanan Pangan: Rp27 juta
- Obat-obatan Dinas Kesehatan: Rp11,91 juta
- Logistik BPR BKK Mandiraja: Rp15,5 juta
- Tiga ton beras dari Bank Jateng: Rp45 juta
- Logistik BPBD Jateng: Rp46,72 juta
Selain itu, Pemprov Jateng juga menyalurkan Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp450 juta untuk perbaikan dan penanganan rumah warga yang tertimbun maupun musnah.
Proses pencarian korban, evakuasi, dan penyaluran bantuan dipastikan terus berlangsung dengan prioritas keselamatan warga dan antisipasi potensi longsor susulan.








