BANJARNEGARA, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau dan memberikan semangat kepada ratusan warga Pandanarum yang kini mengungsi setelah permukiman mereka hancur diterjang longsor besar pada Minggu siang.
Longsor dengan diameter sekitar 100 meter itu merusak puluhan rumah dan memaksa lebih dari 800 warga mengungsi. Gubernur memastikan bahwa seluruh warga berada dalam kondisi aman di titik pengungsian dan menegaskan bahwa hunian sementara akan siap dalam tiga hari mendatang.
“Hunian sementara sudah kita siapkan. Setelah itu baru hunian tetap, karena satu dusun terdampak. Ini bukan sekadar tempat tinggal, kebutuhan sandang, pangan, papan, dan pekerjaan warga harus dipikirkan bersama,” ujar Ahmad Luthfi.
Saat ini, BNPB, Pemprov Jateng, TNI, dan Polri masih melakukan pemetaan lokasi untuk pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap bagi warga yang kehilangan rumah. Gubernur juga menyempatkan diri bertemu warga yang berharap anggota keluarganya segera ditemukan.
“Kita doakan yang belum ditemukan agar segera diketemukan. Yang terpenting, semua warga harus berada di tempat aman. Jangan kembali ke rumah karena kondisi tanah masih labil,” pesannya.
Dari laporan petugas, area longsoran masih berpotensi bergerak. Hingga kini, sekitar 30 rumah rusak dan 886 warga telah dievakuasi. Tim SAR gabungan masih mencari 26 warga yang belum diketahui keberadaannya. Gubernur menegaskan, 500 personel akan dikerahkan pada Selasa pagi untuk mempercepat proses pencarian.
Di hadapan para pengungsi, Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa. Salah satu warga, Etini, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan detik-detik dirinya menyelamatkan diri ke hutan setelah melihat tanah bergerak menghancurkan rumah-rumah warga.
“Pas kejadian saya keluar rumah, karena warga sudah berbondong-bondong menyelamatkan diri. Kami lari ke hutan terus akhirnya dievakuasi. Terima kasih Pak Gubernur,” ungkapnya sambil berlinang air mata.
Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan besok dengan pembagian sektor pencarian di RT 02 dan RT 03. BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan relawan terus memperkuat pencarian serta layanan dasar bagi warga.
Sejak awal bencana, Pemprov Jateng telah membagi penanganan menjadi empat klaster: Pengungsian, untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi; Logistik, mengatur pasokan makanan dan kebutuhan pokok; Kesehatan, memberikan pelayanan medis darurat; dan Pendidikan, memastikan kegiatan belajar siswa SD, SMP, dan SMA tetap berjalan.
“Anak-anak tetap harus sekolah. Dinas Pendidikan sudah turun untuk memastikan kegiatan belajar tidak terhenti, meskipun sementara mereka berada di pengungsian,” tegas Ahmad Luthfi.








