Emoh Berkomentar Banyak Soal Isu Jokowi Jadi Ketum PDIP, Gibran : Saya Nggak Bisa Jawab

oleh
Gibran
Wali Kota Solo, Gibran coret pengadaan kendaraan listrik jadi mobil dinas kepala daerah, Selasa (1/11/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka enggan berkomentar banyak terkait sang ayah, Presiden RI Joko Widodo yang diisukan akan menjadi Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) pada 2024 menggantikan Megawati Soekarnoputri.

Isu ini pertama kali mencuat dari Relawan Koalisi Aktivis dan Milenial Indonesia untuk Ganjar Pranowo. Di mana para relawan tersebut menginginkan Presiden Jokowi menjadi pimpinan partai yang memiliki slogan Kerja Kita, Kerja Indonesia itu. Gibran menjelaskan tidak ada pembicaraan Ketum PDIP antar keduanya (Presiden Jokowi).

“Nggak ada tanggapan, pembicaraan? Tidak ada, setelah jadi presiden tetep partai PDIP? jangan tanya ke saya saya juga nggak bisa jawab,” kata Gibran saat ditemui di Stadion Manahan Solo, Senin (31/10/2022).

Sebelumnya Koordinator Nasional Kami-Ganjar Joko Priyoski mengatakan bahwasanya PDIP bukanlah partai kerajaan melainkan demokrsi. Dengan begitu Presiden Jokowi dianggapnya sah menduduki kursi ketua umum partai banteng mocong putih tersebut.

“Untuk PDI Perjuangan, kita tahu bahwa fatsun partai itu adalah demokrasi, bukan partai kerajaan, maka kami berharap Pak Jokowi mau dan bisa terpilih kelak menjadi Ketua Umum di Kongres PDIP Tahun 2024,” kata Joko dilansir dari berbagai sumber, Rabu (26/10/2022).

Joko menilai jika Presiden Jokowi memegang kendali sebagai Ketua Umum PDIP maka bukan tidak mungkin jika Presiden Jokowi akan memuluskan pertukaran kepemimpinan ke Ganjar di masa mendatang.

Relawan dukung Ganjar Nyapres di 2024

Seiring dengan adanya dukungan dari Koalisi Aktivis dan Milenial Indonesia, Kami-Ganjar juga memberikan dukungannya pada Gubernur Jawa Tengah tersebut untuk mencalonkan diri menjadi calon presiden (capres) 2024. Para relawan tersebut menilai Ganjar sebagai sosok paling ideal untuk menggantikan Jokowi sebagai Presiden RI.

“Kami yakin jika Pak Jokowi maju menjadi Ketua Umum PDIP dan Pak Ganjar terpilih menjadi Presiden RI 2024-2029, semua program Nawacita Jokowi akan bisa diwujudkan secara utuh oleh Pak Ganjar,” ujarnya.

Sebelumnya Kami-Ganjar juga berencana untuk melakukan konsolidasi nasional di Bogor pada Minggu (30/10/2022). Adapun konsolidasi ini merupakan bentuk usaha mewujudkan dua misi yakni menjadikan Presiden Jokowi sebagai Ketum PDIP dan menjadikan Ganjar sebagai Capres 2024.

“Kami adakan acara sakral ini menurut ajaran Islam agar nanti kerja-kerja politik kami untuk memenangkan Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI dan juga agar Pak Jokowi pasca tidak menjadi Presiden lagi di 2024 bisa menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan,” ucapnya.

Nama Ganjar kian merajai perpolitikan Tanah Air. Terlebih beberapa partai seperti NasDem, PSI, PAN, PKB juga memberikan restunya untuk Ganjar maju capres 2024. Selain itu namanya juga selalu ada di tiga besar elektabilitas tertinggi survei yang dilakukan beberapa lembaga.

Kini Ganjar pun menjadi salah satu kandidat presiden 2024-2029. Politisi PDIP itu juga menyinggung bahwa seluruh kader partai politik harus siap jika diusung menjadi kandidat capres. Pernyataan ini seolah-olah memberi sinyal bahwa dirinya siap maju Capres 2024.

“Kalau untuk bangsa dan negara apa sih yang kita tidak siap. Menurut saya semua orang mesti siap soal itu,” kata Ganjar, Rabu (19/10/2022).

Meski demikian, Ganjar belum mendapat restu dari PDIP. Ia justru mendapat sanksi karena sempat menyatakan kesiapan maju sebagai calon presiden yang ia sampaikan saat wawancara dengan salah satu stasiun tv nasional tersebut.