Diskusi Kelompok Terbatas, Kolaborasi Multi Pihak Dorong Keamanan Pangan dan Produktivitas Pertanian di Surakarta

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Surakarta, Wahyu Kristina, menekankan pentingnya kolaborasi multi pihak dalam perencanaan program pangan dan pertanian di kota Solo.

Wahyu menuturkan, Diskusi Kelompok Terbatas yang digelar Kamis 922/1/2026), menjadi bagian dari siklus perencanaan pemerintah untuk menampung ide dan usulan dari masyarakat serta berbagai stakeholder terkait.

“Pesertanya dari OPD terkait, sehingga kita bekerja sama dengan perangkat daerah yang terlibat dalam jaring keamanan pangan, perizinan, dan monitoring evaluasi. Antara lain Dinas Kesehatan, Disdag, BPOM, juga binaan kita seperti Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok budidaya ikan, dan kelompok pemasaran hasil pertanian,” papar Ina.

Ia menjelaskan, keterlibatan institusi lain seperti Bulog, Perbankan, Bank Indonesia, serta mitra yang selama ini mendukung kegiatan pangan dan pertanian, diharapkan dapat membuat perencanaan lebih terstruktur dan berdampak lebih besar.

“Dengan jejaring yang kuat sejak awal, kami bisa meningkatkan produktivitas. Produksi yang difasilitasi pemerintah akan tercatat dan termonitor, baik untuk konsumsi sendiri maupun untuk dijual melalui koperasi atau program bisnis matching,” tambahnya.

Program bisnis matching ini akan dijalankan pada 2026, memfasilitasi pemasaran produk pertanian langsung ke restoran, hotel, atau rumah makan skala kecil.

Menurut Wahyu, capaian Dispangtan Kota Surakarta pada 2025 sudah melampaui target hingga 97 persen, dan pihaknya berharap capaian tahun 2026 dapat setara atau bahkan lebih tinggi, meski dengan anggaran yang lebih efisien.

“Kita punya 95 KWT di 54 kelurahan. Keberhasilan satu kelompok bisa menginspirasi terbentuknya kelompok lain. Ini efek getok tular yang sangat positif,” ujar Wahyu Kristina.