Diserbu Ribuan Pengunjung, PADI Jateng Ditarget Masuk Kalender Wisata 2027

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Antusiasme tinggi masyarakat terhadap gelaran Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) Jawa Tengah mendorong pemerintah untuk memasukkan agenda tersebut ke dalam kalender event pariwisata resmi. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat membuka PADI Jateng 2026 di Soropadan Agro Center, Kamis (23/4/2026).

Menurut Taj Yasin, gelaran PADI memiliki daya tarik besar dan mampu menyedot jumlah pengunjung yang signifikan. Pada penyelenggaraan tahun 2025, event ini berhasil menarik hingga 133 ribu pengunjung. Melihat potensi tersebut, pihaknya menargetkan PADI dapat masuk dalam kalender event pariwisata Jawa Tengah pada 2027.

“Kita akan dorong bukan hanya wisata agro, tetapi juga wisata ekonomi. Wisatawan tidak hanya menikmati alam, tetapi juga melihat dan merasakan hasil pertanian, perkebunan, hingga peternakan kita,” urai Wagub Taj Yasin.

Ia menambahkan, PADI tidak hanya menjadi ajang promosi produk pertanian, tetapi juga ruang interaksi antara petani dan industri pengolahan hasil. Bahkan sejak 2023, kegiatan ini telah mandiri tanpa dukungan APBD, sehingga mendapat apresiasi khusus dari pemerintah provinsi.

Ketua Panitia PADI 2026, Rosyid, menyambut baik rencana tersebut. Ia menyebut para petani muda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Purnawirya Bapeltan siap mendukung penuh agar PADI menjadi event pariwisata unggulan.

Menurutnya, pada gelaran 2025 lalu, transaksi yang tercatat mencapai Rp5 miliar. Tahun ini, pihaknya menargetkan capaian yang lebih tinggi dengan melibatkan sekitar 100 petani muda yang memiliki jejaring di 35 kabupaten/kota.

“Kegiatan ini murni dari alumni Balai Pelatihan Pertanian, tanpa anggaran pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, mengatakan PADI merupakan bentuk respon terhadap tantangan sektor pertanian saat ini dan masa depan.

PADI 2026 yang berlangsung hingga 27 April tersebut diikuti oleh 127 stan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga pelaku industri dan pendidikan seperti SMA dan SMK.

Selain pameran teknologi dan inovasi pertanian, event ini juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti book fair, job fair, talkshow, pagelaran seni budaya, pasar pangan murah, hingga agro bershalawat.

“Ini bagian dari investasi jangka panjang untuk mendorong regenerasi petani dan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional,” tandasnya.